Indeks saham di Asia tenggelam di zona negatif mengikuti aksi jual di Wall Street seiring melemahnya aktifitas manufaktur global dan konfirmasi kasus Ebola di AS, sehingga mendorong investor memburu rasa aman pada obligasi Pemerintah AS (US Treasury), Yen dan emas.

Aksi unjuk rasa pro demokrasi secara besar besaran di Hong Kong juga menjadi perhatian investor.

Investor berlomba membeli Yen setelah survei memperlihatkan aktifitas manufaktur Jerman kontraksi untuk pertama kali dalam 15 bulan terakhir. Sektor manufaktur China hampir tidak tumbuh sementara sektor manufaktur melambat melebihi ekspektasi.

Pelaku pasar juga fokus pada pertemuan bank sentral Eropa (ECB) Kamis malam dimana pergerakan berlawanan arah antara kebijakan moneter di AS dan di Eropa serta Jepang sudah menjadi tema pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 140.1 poin (-2.73%) ke level 5000.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 jatuh 28 poin (-3.21%) ke level 842.9. Investor asing menarik IDR1,49 triliun keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa mencampakkan saham sehingga indeks saham di Eropa turun lebih dari 2% karena upaya bank sentral Eropa (ECB) dalam membangkitkan ekonomi zona Euro tidak mendapat respon positif.

ECB mempertahankan suku bunga acuan dan mengatakan program pembelian aset oleh ECB, yang dimulai di Kuartal IV, akan berlangsung selama 2 tahun. Namun ECB mengecewakan investor dengan tidak membuka besaran atau jumlah dari program itu, sehingga di curigai tidak akan sebesar program Quantitative Easing di AS. 

Indeks saham utama di Wall Street naik turun secara liar namun pada akhirnya ditutup hampir tidak berubah atau datar (flat) seiring reboundnya saham berkapitalisasi kecil (small caps) dan karena menjelang rilsi data Non-Farm Payrolls, investor menyambut penurunan tak terduga pada data Initial Jobless Claims sebagai satu lagi bukti bahwa PHK tetap rendah dan pasar tenaga kerja AS semakin membaik.

IHSG diprediksi akan kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen global masih cenderung negatif. Pasar Eropa ditutup turun kemarin, investor kecewa dengan pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang tidak merinci berapa jumlah pembelian aset yang akan dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inflasi kawasan tersebut. Sementara pasar Amerika tidak banyak bergerak, karena investor masih menantikan data Non Farm Payroll malam ini. Dari dalam negeri, Presiden SBY mengeluarkan Perppu untuk mencegah berlakunya UU Pilkada yang baru saja disahkan DPR. Sementara itu, Kementrian Perhubungan telah menaikkan batas atas tarif angkutan udara sebesar 10%.

Sedangkan secara teknikal, IHSG gap down dan break out support lower bollinger bands hingga mencapai target ideal dari corrections wave A di level 5000. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi dan momentum RSI yang bergerak bearish di area oversold. Pencapaian target corrections wave A ini maka IHSG berpotensi membuat corrections Wave B dengan target ideal 5165 jika IHSG berhasil rebound pada support kuatnya di level 5000. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung mencoba rebound pada support dengan range 4992-5053.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top