Indeks saham di Asia terpuruk seiring redupnya tingkat kepercayaan investor oleh demonstrasi masa di Hong Kong.Aktifitas sektor manufaktur Asia anjlok di bulan September, dengan perlambatan terlihat di India, Jepang, Taiwan dan Korea Selatan, memupuskan harapan akan akselerasi pertumbuhan ekonomi global tahun ini.
Data resmi Manufacturing PMI China memberi investor sedikit nafas lega dan membatasi penurunan indeks saham regional. Indeks Manufacturing PMI China tidak berubah dari level 51.1 di bulan September, sedikit di atas ekspektasi.
Tankan Business Sentiment Survey Bank Of Japan yang di rilis Rabu pagi menunjukkan tingkat kepercayaan perusahaan besar manufaktur sedikit membaik di Kuartal II, namun sentimen di sektor Jasa (Services) memburuk, menambah bukti bahwa kenaikan pajak penjualan terus menekan ekonomi Jepang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 3.3 poin (0.06%) ke level 5140.9. Sebaliknya, indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 2.3 poin (-0.26%) ke level 870.8. Investor asing menarik IDR388.2 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa turun dan nilai tukar Euro terpuruk pada level terendah dalam 2 tahun terhadap USD setelah data ekonomi menyoroti tantangan pertumbuhan yang kemungkinan besar akan dibahas pada pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) hari ini.
Manufacturing PMI zona Euro turun ke level 50.3 di bulan September, lebih rendah dari estimasi awal 50.5. Sektor manufaktur Jerman stagnan dengan Manufacturing PMI turun ke level 49.9, pertama kali di bawah level 50 sejak Juni 2013.
Indeks saham utama di Wall Street turun tajam karena investor dikhawatirkan oleh kondisi global, data ekonomi AS yang keluar beragam (mixed) dan antisipasi kinerja keuangan emiten.
ISM Manufacturing Index turun ke level 56.6 di bulan September dari 59.0. Construction Spending turun 0.8% sementara ADP Employment Report memperlihatkan sektor swasta menambah 213,000 lapangan pekerjaan bulan lalu.
IHSG diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun kemarin. Investor masih menunggu keputusan suku bunga dan pernyataan dari ECB hari ini. Mendekati musim laporan keuangan, investor juga mengambil sikap hati-hati mengingat masih adanya kemungkinan kinerja emiten yang memburuk menyusul situasi global yang tidak menentu akibat virus ebola, masalah keamanan di beberapa wilayah seperti Timur Tengah dan Hongkong. Dari dalam negeri, neraca perdagangan Agustus tercatat mengalami defisit, namun Indeks PMI (Purchasing Managers Index) bulan September mengalami kenaikan menjadi 50,7 dari 49,5 pada bulan sebelumnya. Kubu oposisi yang kini menguasai pimpinan parlemen juga dikhawatirkan dapat membawa ketidakstabilan politik dalam negeri ke depannya.
Sedangkan secara teknikal, IHSG meskipun ditutup menguat namun candle yang terbentuk adalah red candle dan terlihat tidak mampu break out resistance MA50 dan menutup gap hingga 5175. Indikator stochastic pun masih bergerak bullish namun melandai dengan Momentum RSI yang terus terkonsolidasi pada area moderate. Jika IHSG mampu break out resistance MA50 maka signal cukup positif untuk pergerakan IHSG. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung mencoba menguat dengan range 5135-5195.
0 comments:
Post a Comment