Volume perdagangan juga kecil karena pasar saham di Korea Selatan, Shanghai dan India tutup merayakan hari libur.
Reboundnya indeks saham regional ini terjadi meskipun investor kecewa terhadap bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis tidak memberi rincian jumlah besaran program pembelian obligasi Pemerintah.
Selain itu, investor juga dikecewakan oleh survei yang memperlihatkan pertumbuhan sektor Jasa (Services) di China melambat bulan lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 51.5 poin (-1.03%) ke level 4949.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpangkas 8.9 poin (-1.06%) ke level 833.9. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing anjlok 183.2 poin (-3.57%) dan 36.6 poin (-4.21%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR869.1 miliar keluar dari pasar saham domestik, memperbesar total net Sell asing minggu lalu menjadi IDR14,2 triliun.
Indeks saham di Eropa menguat Jumat lalu, meskipun secara mingguan mencatat penurunan terbesar dalam 2 bulan, terkerek oleh data Non-Farm Payrolls AS yang keluar lebih baik dari ekspektasi.
Ekonomi AS menambah 248,000 kesempatan kerja di bulan Sepetmber, lebih baik dari ekspektasi. Tingkat Pengangguran AS turun menjadi 5.9% seiring dengan penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja (Labor Force Participation Rate) menjadi 62.7%, terendah sejak Februari 1978.
Secara keseluruhan angka angka ini memperbaharui harapan bahwa pasar tenaga kerja tumbuh di jalur yang berkesinambungan.
Indeks saham utama di Wall Street melonjak, dengan DJIA naik lebih dari 200 poin setelah data Non-Farm Payrolls yang keluar lebih baik dari ekspektasi memperbesar pandangan positif atas ekonomi AS.
Sementara itu, data ISM Non-Manufacturing Index bulan September turun ke level 58.6 dari level 59.6, namun masih lebih baik dari ekspektasi yang sebesar 58.5.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik pada akhir pekan kemarin setelah membaiknya angka tingkat pengangguran (Unemployment Rate) AS menjadi 5,9% pada bulan September, dibanding 6,1% pada bulan sebelumnya. Data Non Farm Payroll juga mencatatkan pertumbuhan di atas estimasi. Hal ini membuat The Fed diperkirakan dapat mengakhiri program stimulusnya sesuai jadwal pada akhir bulan ini. Di samping itu, data-data yang membaik juga semakin menguatkan prediksi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat. Dari dalam negeri, investor masih menantikan keputusan suku bunga BI besok yang diprediksi akan tetap dipertahankan di 7,5%. Neraca perdagangan yang kembali defisit, dan pelemahan nilai tukar Rupiah masih menjadi isu yang harus diperhatikan ke depannya. Kondisi politik yang semakin memanas antara KMP dan KIH dalam pemilihan ketua MPR juga patut menjadi perhatian investor.
Namun Secara teknikal IHSG break out support kuat dilevel 5000 sehingga menutup gap yang terbentuk pada bulan juli dan memperpanjang corrections wave A. Indikator Stochastic bergerak bearish dengan momentum bearish RSI yang telah sampai pada area oversold. Sehingga berpotensi terjadi pembalikan arah momentum. Melihat indikator yang ada pelemahan IHSG akan terbatas hingga mencoba rebound. Range pergerakan IHSG berada pada level 4930-5010.
0 comments:
Post a Comment