Indeks saham di Asia turun karena investor fokus pada data manufaktur China dan pelemahan harga minyak. Perhitungan awal (flash) data HSBC Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) naik ke level tertinggi dalam 3 bulan, 50.4 di bulan Oktober, namun output pabrikan turun ke level terndah dalam 5 bulan.
Data ini di rilis di tengah spekulasi adanya stimulus tambahan untuk mengerek pertumbuhan setelah data GDP Kuartal III mencapai tingkat terendah dalam 5 tahun.
Aktifitas sektor manufaktur Jepang ekspansi di bulan Oktober dengan laju tercepat dalam 7 bulan seiring meningkatnya permintaan domestik dan luar negeri, sebuah sinyal baik bahwa ekonomi Jepang mungkin akhirnya pulih dari kenaikan pajak penjualan pada bulan April lalu.
Data JMMA Flash Manufacturing PMI Jepang naik ke level 52.8 di bulan Oktober, lebih tinggi dari perhitungan akhir bulan September, 51.7.
Anjloknya harga minyak mentah dunia membantu menaikkan sikap kehati-hatian dan menenkankan kehawatiran atas kesehatan ekonomi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 29.2 poin (0.58%) ke level 5103.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 5.3 poin (0,61%) ke level 867.7. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR43.1 miliar.
Indeks saham di Eropa menikmati rally di akhir sesi perdagangan setelah data manufaktur zona Euro keluar lebih baik dari ekspektasi meskipun laporan keuangan emiten keluar tidak begitu menggembirakan.
Data Conposite PMI zona Euro naik ke level 52.2 di bulan Oktober dari 52.0 pada bulan sebelumnya sementara Manufacturing PMI zona Euro secara tak terduga naik ke level 50.7 di bulan Oktober.
Indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kenaikan yang solid sehingga mengangkat kembali DJIA ke dalam teritori positif untuk tahun ini setelah perusahaan alat berat Caterpillar memperbaiki proyeksi labanya dan data manufaktur zona Euro yang melebihi ekspektasi berhasil meredakan kekhawatiran atas ekonomi global.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin. Indeks PMI Uni Eropa mengalami kenaikan pada bulan Oktober, dibanding bulan sebelumnya. Indeks HSBC Manufacturing PMIS dari China juga tercatat mengalami kenaikan, namun laporan menyatakan bahwa output industri China telah jatuh ke level terendah dalam 5 bulan terakhir, hal ini menimbulkan ekspektasi akan adanya stimulus tambahan. Dari dalam negeri, telah beredar di media mengenai perkiraan susunan kabinet baru berdasarkan tokoh-tokoh yang dipanggil ke istana, namun sepertinya masih kurang sesuai harapan pasar, karena diperkirakan telah terjadi kompromi politik Presiden Jokowi dengan partai-partai pengusungnya. Sementara itu, BBM bersubsidi dipastikan akan naik sebesar Rp 3.000 per liter pada 1 November untuk menghemat anggaran Rp 20 triliun. Bersamaan dengan kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan bantuan ke masyarakat miskin.
Sedangkan secara teknikal, berhasil break out resistance dilevel 5100. dan membentuk corrections wave B dengan target ideal 5130. Indikator stochastic masih memberikan signal menguat namun terbatas karena pergerakannya telah mulai memasuki area jenuh beli, Indikator RSI pun terus menguat sehingga memberikan momentum yang cukup positif, Indikator MACD memiliki histogram yang terus menguat tinggi dalam 4 hari terakhir. Diprediksikan IHSG akan menguji target Corrections wave B dengan target ideal 5130 sebelum dihantui oleh aksi profit taking hingga bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 5060-5130.
0 comments:
Post a Comment