Indeks saham di Asia naik, merespon data ekonomi AS dan hasil stress test perbankan zona Euro yang leboh baik dari ekspektasi, sehingga menambah risk appettite investor. Tes kesehatan sistem finansial zona Euro memperlihatkan bahwa 25 dari 130 bank gagal stress tes, yang menurut alanlis lebih baik dari ekspektasi. 12 dari 25 bank itu sudah mengumpulkan dana sebesar 15 miliar Euro tahun ini untuk memperbaiki kondisi keuangan mereka.
Meskipun demikian, hasil tes ini memberi peringatan bahwa masih banyak haak yang harus dilakukan karena daya tarik jangka panjang sektor perbankan Eropa sudah di rusak oleh terkuaknya kredit macet (NPL) dan kerugian yang tersembunyi sehingga akan menekan tingkat profitabilitas perbankan di masa depan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 48.7 poin (-0.96%) ke level 5024.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 juga turun 1.3% atau 11.21 poin ke level 851.3. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR43.4 miliar.
Sektor perbankan Italia menyetir indeks saham di Eropa ke dalam teritori negatif setelah 9 bank di Italia tidak lulus stress tes yang dilakukan oleh bank sentral Eropa (ECB).
Stress tes ini menemukan bahwa perbankan Italia buth dana segar 2.1 miliar Euro untuk memenuhi persyaratan lulus.
Kekecewaan atas data Ifo Business Climate bulan Oktober Jerman yang turun ke level 103.2 dari 104.3 juga turut mengikis risk appettite investor.
Indeks saham utama di Wall Street menguat tipis karena investor memonitor harga minyak mentah dunia sebagai barometer kondisi kesehatan ekonomi secara umum dan pada saat yang sama memilah dan mencerna laporan keuangan emiten.
Investor memburu saham blue chip yang menawarkan dividen (saham defensif) seperti di saham Consumer dan Utilitas sementara menjauhi saham emiten yang usahanya terkait erat dengan jalannya roda ekonomi (saham cyclical), terutama sektor energi.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Bursa AS ditutup mixed cenderung melemah, penurunan harga minyak mentah WTI di bawah level US$ 80 per barel yang menyeret penurunan saham-saham berbasis energi menjadi faktor utama penurunan harga saham di Wall Street. Sedangkan bursa Eropa ditutup melemah karena masih dipengaruhi sentimen negatif data IFO Business Climate Jerman bulan Oktober yang dirilis di bawah ekspektasi. Dari dalam negeri, sentimen dipengaruhi seputar kenaikkan BBM bersubsidi yang dibahas dalam rapat Kabinet Kerja. Diprediksi BBM bersubsidi akan naik pada akhir 2014 dengan rentang Rp2.000-3.000/liter, mempertimbangkan bahwa lebih banyak dampak positif bila dinaikkan pada akhir 2014 daripada awal 2015.
Secara teknikal, IHSG mengkonfirmasi pola tweezers top yang telah terbentuk setelah berhasil menyentuh resistance bearish trend line. IHSG pada hari ini juga break out 2 support MA yaitu MA7 dan MA25. Indikator Stochastic mengkonfirmasi pola dead-cross yang terjadi kemarin dan bergerak melemah dari area overbought dengan acelerasi yang cukup tinggi, Indikator RSI dan CCI pun terus bergerak melemah menuju area overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed kembali tertekan dengan kecenderungan melemah dengan range pergerakan 5000-5070.
0 comments:
Post a Comment