Secara umum, indeks saham di Asia menikmati rally setelah data ekonomi AS dan laporan keuangan emiten yang keluar solid memberi ketenangan pada pasar finansial global dan sedikit mengembalikan kepercayaan investor atas kesehatan ekonomi dunia. Perhatian di Asia tertuju pada China dimana anggota Komite Pusat partai Komunis China akan melakukan Musyawarah Nasional (Plenum) Ke IV pada tanggal 20-23 Oktober.
Tatanan Hukum (The Rule Of Law) akan menjadi fokus kunci pada pertemuan ini, dengan ekspektasi bahwa pengadilan di daerah akan mendapat kemandirian yang lebih besar sehingga membatasi pengaruh otoritas lokal. Langkah ini akan di monitor oleh para eksekutif perusahaan swasta yang berharap sistem hukum akan lebih imparsial.
Pertemuan ini juga penting untuk melihat apakah gerakan pro demokrasi di Hong Kong akan di diskusikan menyusul sejumlah penahanan dan benturan dengan polisi akhir pekan lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah 11.6 poin (0.23%) ke level 5040.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 naik tipis 0.8 poin (0.10%) ke level 855. Untuk pertama kali sejak 7 Oktober investor asing membukukan Net Buy, kali ini sebesar IDR760.2 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah karena investor bereaksi negatif atas laporan keuangan dari emiten seperti SAP dan Philips. Akan tetapi investor memberi respon positif atas berita sebuah perusahaan investasi berencana membeli merek Reebok dari Adidas. Akibatnya, saham Adidas melonjak 4%.
Indeks saham utama di Wall Street rally, dipimpin oleh saham defensif seperti di sektor Consumer dan Utilitas seiring dengan munculnya optimisme atas kinerja keuangan emiten, terutama setelah laporan keuangan kuartalan Apple keluar melebihi ekspektasi dan mengalahkan kekecewaan atas laporan keuangan IBM.
Dari 87 emiten dalam indeks S&P 500 yang sudah merilis laporan keuangan Kuartal III, 63.2% melebihi ekspektasi, 10.3% sejalan dengan ekspektasi dan 26.4% lebih buruk dari estimasi.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika ditutup naik, menyusul baiknya laporan keuangan beberapa emiten perbankan besar. Namun, pasar Eropa ditutup turun kemarin, menyusul buruknya sejumlah data ekonomi, laporan keuangan emiten yang dibawah estimasi, dan sejumlah kabar akuisisi beberapa emiten besar. Di samping itu, pertumbuhan angka German Producer Price Index dan Euro Zone Current Account tercatat mengalami perlambatan. Hari ini investor masih akan menantikan data GDP dan Industrial Production dari China. Dari dalam negeri, investor kini menantikan pengumuman kabinet Pemerintah baru, yang sudah dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti defisit anggaran, dan semakin tingginya angka subsidi bahan bakar minyak.
Sedangkan secara teknikal, IHSG terlihat false break dengan MA25 dan membentuk bearish candle dengan pola candlestick bearish counter attack pattern. Indikator Stochastic terlihat menutup mulai peluang penguatannya sehingga berpotensi dead-cross di area dekat overbought, Momentumnya juga terlihat terkonsolidasi pada area moderate oleh indikator RSI, Sehingga diprediksikan IHSG akan mengalami tekanan jual hingga bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 5000-5070.
0 comments:
Post a Comment