Gagal mempertahankan kenaikan yang diperoleh di awal sesi perdagangan, indeks saham di Asia melemah karena sentimen positif dari laporan keuangan dan data ekonomi AS hanya memberi dorongan sesaat dan gagal membubarkan kekhawatiran mendasar mengenai pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

Indeks Nikkei 225 memimpin penurunan dengan jatuh 1.3% dan 5.0% secara mingguan, terbesar dalam 6 bulan.

Kemungkinan resesi di Eropa, kelesuan ekonomi di Jepang, perlambatan ekonomi di China dan penyebaran virus Ebola telah mengguncangkan tingkat kepercayaan investor sehingga memicu tingkat volatilitas yang tidak pernah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat 77.3 poin (1.56%) ke level 5028.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 16.9 poin (2.02%) ke level 854.2. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing menguat 66 poin (1.33%) dan 15.5 poin (1.85%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR691.3 miliar keluar dari pasar saham domestik, memperbesar total Net Sell asing minggu lalu menjadi IDR2,28 triliun.

Indeks saham di Eropa berakhir jauh di dalam teritori positif , namun secara mingguan masih melemah, karena investor memburu saham saham yang harganya sudah kemurahan setelah aksi jual besar besaran dan komentar yang meyakinkan dari petinggi Federal Reserve juga turut mengangkat sentimen pasar.

Pada hari kamis Presiden Federal Reseve Bank di St. Louis James Bullard mengatakan Federal Reserve sebaiknya tetap melakukan pembelian obligasi melewati batas waktu berakhirnya program Quantitative easing akhir bulan ini karena adanya gejolak pasar.

Indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat karena investor yakin akan ada stimulus tambahan dari bank sentral serta korporasi seperti General Electric dan Morgan Stanley merilis laporan keuangan yang lebih baik dari ekspektasi.

Data Housing Starts tumbuh 6.3% di bulan Agustus, sinyal perbaikan pada pasar perumahan AS. Perhitungan awal Consumer Sentiment Index bulan Oktober naik ke level 86.4, tertinggi sejak Juli 2007.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik pada akhir pekan kemarin. Pernyataan dari salah satu anggota The Fed bahwa Bank Sentral AS harus melanjutkan program pembelian obligasi menjadi sentimen positif bagi investor. Data pembangunan rumah baru juga menunjukkan pertumbuhan mencapai 6,3% di bulan Agustus, dibanding bulan sebelumnya. Awal pekan ini investor masih akan menantikan angka GDP dan Industrial Production China pada hari Selasa, dan CPI Amerika pada hari Rabu. Dari dalam negeri, proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih diharapkan dapat berjalan lancar agar dapat menambah optimisme investor dan dunia usaha. Sementara itu, Presiden terpilih Jokowi menyatakan bahwa nama-nama menteri akan diumumkan pada saat yang tepat.

Secara teknikal IHSG berhasil kembali pada level pisikologis dan menyentuh target pertama dari wave B dilevel 5043 jika minggu depan dapat break out dan bertahan pada level tersebut maka target IHSG selanjutnya berada pada level 5130. Indikator Stochastic bergerak menguat dengan peluang penguatan yang cukup terbuka dan Momentum dari RSI yang terus meranjak naik dan berhasil golden-cross dengan MA Momentum 14 harinya. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed kembali mencoba menguat dengan range 500-5075.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top