Indeks saham di Asia memperoleh sedikit kestabilan dan rebound setelah beberapa hari menderita penurunan tajam, namun sentimen masih rentan karena laju inflasi di China yang cukup rendah dan prospek suram ekonomi zona Euro menambah sinyal goyahnya pemulihan ekonomi global. Laju inflasi China melambat di bulan September ke tingkat terendah sejak Januari 2010, membuktikan bahwa ekonomi China telah kehilangan momentum, namun memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk meluncurkan stimulus jika diperlukan.
Setelah tumbuh 2% (YoY) di bulan Agustus, Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) tumbuh 1.6% (YoY) akibat pelemahan harga komoditas dan penurunan harga bahan makanan.
Sementara itu Producer Price Index (PPI) China turun 1.8% (YoY), lebih besar dari ekspketasi penurunan 1.6% dan setelah turun 1.2% di bulan sebelumnya. PPI China sudah mencatatkan penurunan sejak Februari 2012, tertekan oleh anjloknya harga komoditas, kelebihan kapasitas (Overcapacity) dan lemahnya permintaan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 40.4 poin (0.82%) ke level 4962.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menguat 7.8 poin (0.93%) ke level 839.1. Namun investor asing tetap menarik IDR182.8 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa anjlok seiring dihindarinya aset berisiko tinggi oleh investor karena ketakutan akan runtuhnya pertumbuhan global, pelemahan data ekonomi serta situasi politik di Yunani.
Indeks DAX di Jerman terpangkas 2.87%, indeks CAC 40 di Perancis anjlok 3.63% dan indeks FTSE 100 di Inggris jatuh 2.83%.
Indeks saham utama di Wall Street turun, namun pulih secara significant dari level terendah intraday di tengah kekhawatiran atas Eropa, penyebaran Ebola dan kondisi ekonomi AS.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup di zona merah, setelah sejumlah data seperti CPI China dan Retail Sales Amerika dirilis di bawah ekspektasi. Di samping itu, kekhawatiran merebaknya virus Ebola hingga ke Eropa dan Amerika dan bentrok antara demonstran dengan polisi di Hong Kong juga mulai mempengaruhi psikologis investor. Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi kuartal III diprediksi akan melambat di kisaran 5-5.1% atau tidak jauh berbeda dengan kuartal II di 5.12%, karena konsumsi domestik mulai melemah akibat efek belanja pemilu sudah menghilang.
Sedangkan secara teknikal, IHSG mengkonfirmasi pola piercing line dan mencoba golden-cross dengan MA7 namun masih memantul seakan terlihat IHSG belum mempunyai tekanan naik yang cukup kuat. Indikator Stochastic bergerak golden-cross dengan bullish momentum dari indikator RSI yang telah meninggalkan area oversold. Indikator MACD terlihat adanya pergerakan histogram yang terus menguat diiringi signal reversal dari MACD line. IHSG masih berpeluang menguat mencoba menutup gap hingga level 4992. Maka diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali menguat dengan range 4935-5000.
0 comments:
Post a Comment