Indeks saham di Asia ditutup beragam (mixed) karena ketakutan atas pelemahan ekonomi global mempengaruhi sentimen. Indeks Nikkei 225 di Jepang menjadi indeks dengan kinerja terburuk, tertekan oleh penguatan nilai tukar mata uang Yen.

Bayangan resesi di Eropa, perlambatan di China dan pertumbuhan yang sedikit di Jepang telah memicu investor menarik sebagian dana mereka keluar dari pasar saham menjelang tibanya musim laporan keuangan.

Setelah serangkaian pelemahan data ekonomi Jerman, investor bersiap mencerna data ZEW Economic Sentiment Index yang di rilis Selasa sore dan diperkirakan turun ke level terendah dalam 2 tahun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak naik 9.5 poin (0.19%) ke level 4922.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 naik tipis 3 poin (0.37%) ke level 831.3. Investor asing menarik IDR490 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa memperkecil penurunan dan berakhir di teritori positif seiring laporan keuangan sejumlah bank besar di AS keluar menggembirakan, mengimbangi kekecewaan atas data ekonomi zona Euro.

Data ZEW Economic Sentiment Index Jerman memperlihatkan penurunan ke level -3.6 di bulan Oktober dari level 6.9 di bulan September. Data Industrial Production bulan Agustus zona Euro juga memperlihatkan penurunan, 1.8% dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, data inflasi bulan September juga di rilis kemarin dimana inflasi Perancis tumbuh 0.4% (YoY) sementara inflasi di Inggris dan Spanyol masing masing turun 1.2% dan 0.2% 

Mayoritas indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan indeks S&P 500 dan NASDAQ menghentikan penurunan 3 hari terparah sejak 2011, ditopang oleh sentimen positif dari laporan keuangan pemain besar di sektor perbankan AS seperti JPMorgan Chase, Citigroup dan Wells Fargo. Investor juga tidak sabar menunggu rilis laporan keuangan dari Intel.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup mixed cenderung menguat kemarin, setelah rilis laporan keuangan sejumlah emiten menunjukkan hasil yang cukup baik. Hari ini investor masih akan menantikan data CPI dari China, yang diperkirakan mengalami penurunan dari periode sebelumnya. Jerman juga baru saja menurunkan prediksi pertumbuhan ekonominya, sehingga menimbulkan ekspektasi akan adanya stimulus tambahan untuk kawasan Uni Eropa. Dari dalam negeri, penurunan harga minyak dunia dinilai tidak akan menghambat rencana pemerintah baru untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Sementara itu, KPK menyatakan tudingan Jokowi terlibat kasus korupsi dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta pada 2010, tidak berdasar.

Sedangkan secara teknikal, pergerakan IHSG yang rebound ini telah membentuk pola candle piercing line yang terlihat memantul pada area suppport 4900 sehingga signal pola tersebut adalah positif dengan peluang kembali menguat. Indikator Stochastic masih bergerak bearish menunggu terjadinya golden-cross dan Indikator RSI memberikan signal bullish reversal momentum pada area dekat oversold serta Histogram pada Indikator MACD pun terus terlihat menguat menuju area positif meskipun belum terlihat golden-cross signal line dengan MACD line. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range 4910-4970.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top