Indeks saham di Asia berakhir mixed karena investor menantikan respon China atas puluhan ribu massa pro-demokrasi yang memblokade sejumlah jalan di Hong Kong dan karena fokus perhatian investor tertuju pada data ekonomi China dan Jepang. Data Penjualan Ritel Jepang tumbuh 1.2% (YoY) di bulan Agustus, lebih baik dari ekspektasi kenaikan 0.3% dan kenaikan 0.6% di bulan Juli. Namun, Belanja Rumah Tangga (Household Spending) turun 4.7% (YoY), lebih buruk dari ekspektasi penurunan 3.8% sementara data Industrial Production turun 1.5% dari pencapaian bulan sebelumnya.
Perhitungan akhir data Manufacturing PMI bulan September China sedikit mengecewakan dengan berada di level 50.2, stabil dibanding dengan kinerja pada bulan Agustus tapi lebih rendah dari perhitungan 50.5.
Korea Selatan juga melaporkan penurunan 3.8% pada data Industrial Production bulan Agustus, terbesar sejak krisis finansial global 2008, meskipun penurunan ini disebabkan oleh aksi mogok kerja di beberapa pabrik mobil.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 4.4 poin (-0.09%) ke level 5137.6. Indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 1.8 poin (-0.20%) ke level 873.1. Investor asing menarik IDR903.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa memperpanjang kenaikan setelah inflasi di zona Euro turun ke tingkat terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Hanya tumbuh 0.3%, laju inflasi tahunan bulan September zona Euro jatuh menjauhi target inflasi bank sentral Eropa (2%) dan mencapai tingkat terendah sejak Oktober 2009. laju inflasi sudah berada di bawah 1% selama 12 bulan beruntun.
Indeks saham utama di Wall Street turun dan mencatatkan penurunan selama bulan September namun selama Kuartal III berhasil membukukan kenaikan seiring dengan aksi window dressing yang dilakukan oleh manager investasi di penghujung kuartal.
Data ekonomi yang dirilis (Consumer Confidence Index, Home Price Index) keluar di bawah ekspektasi, namun tidak memberi dampak yang berarti, terutama menjelang rilis data Non-Farm Payrolls hari Jumat nanti.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup naik kemarin. Investor masih menantikan pernyataan ECB besok, yang diharapkan dapat meluncurkan kebijakan stimulus baru, mengingat pertumbuhan ekonomi kawasan ini yang kembali melambat. Sementara pasar Amerika ditutup turun, setelah data CB Consumer Confidence tercatat dibawah estimasi. Aksi demonstrasi di Hongkong yang masih berlangsung juga masih patut menjadi perhatian investor global. Dari dalam negeri, hari ini investor patut mencermati data inflasi yang diperkirakan masih pada level 4% yoy dan neraca perdagangan yang diperkirakan dapat membaik, setelah diijinkannya sejumlah perusahaan tambang seperti Freeport dan Newmont untuk melakukan ekspor mineral mentah.
0 comments:
Post a Comment