Indeks saham di Asia melemah karena investor dikhawatirkan oleh demonstrasi jalanan di Hong Kong sementara sinyal terbaru perlambatan ekonomi China juga turut menekan sentimen pasar.

Protes dari pihak pro demokrasi di Hing Kong semakin melebar akhir pekan lalu setelah polisi menembakkan gas air mata. Namun, pengunjuk rasa tetap saja memblokade jalan dan pada hari Senin menyebabkan ditutupnya sejumlah sekolah dan bank.

Profitabilitas perusahaan industrial di China turun 0.6% (YoY) di bulan Agustus, berbalik arah dari pertumbuhan 13.5% (YoY) pada bulan Juli. Hal ini menambah panjang daftar data ekonomi yang akhir akhir ini keluar melemah sehingga memicu ketakutan bahwa China sedang menghadapi risiko perlambatan ekonomi yang tajam jika tidak segera menggelontorkan kebijakan baru stimulus.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 9.4 poin (0.18%) ke level 5142. Indeks saham Blue Chip LQ-45 merangkak naik 4.3 poin (0.50%) ke level 874.9. Investor asing menarik IDR542.4 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa turun karena investor enggan mengambil risiko ditengah aksi protes pro demokrasi di Hong Kong menentang Beijing.  Data ekonomi zona Euro yang memburuk menjelang pertemuan bank sentral Eropa (ECB) minggu ini juga menekan sentimen investor.

Data Economic Sentiment Index zona Euro memburuk dari bulan sebelumnya dan berada di level terendah sejak akhir 2013. Data ini juga memperlihatkan ekspektasi inflasi zona Euro juga menurun.

Indeks saham utama di Wall Street rebound meskipun masih ditutup di zona merah seiring runtuhnya kepercayaan investor oleh aksi protes yang rusuh di Hong Kong dan penguatan nilai tukar USD.

Dari sisi ekonomi, data Consumer Spending rebound di bulan Agustus karena konsumen lebih banyak berbelanja barang tahan lama seperti mobil sementara pendapatan (Income) juga meningkat.

Data Pending Home Sales turun 1% di bulan Agustus atau turun dari level tertinggi dalam 11 bulan yang tercapai di bulan Juli.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun pada penutupan terakhir, meskipun GDP Amerika dirilis sangat baik. Sentimen negatif datang dari Hong Kong, di mana terjadi kerusuhan akibat isu politik. Dari dalam negeri, pelemahan Rupiah terhadap USD diprediksi akan terus berlanjut hingga Rp13.000/USD. Hal ini disebabkan karena belum stabilnya situasi dan kondisi politik dalam negeri. Pemerintahan Jokowi-JK memiliki tugas berat untuk membawa sentimen positif bagi pasar melalui kebijakan-kebijakan yang akan dianutnya saat dilantik nanti. Diprediksi investor masih cenderung wait and see hingga Jokowi-JK dilantik Oktober mendatang.

Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola red hammer dan membentuk pola 2 candle yaitu piercing line dengan volume trading yang mendatar peluang menguat masih terbuka. Indikator stochastic pun masih mengkonfirmasi golden-cross pada area oversold dengan momentum yang terus terkonsolidasi pada osilator tengah. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak mixed cenderung menguat terbatas mencoba menutup gap down yang terjadi minggu lalu dengan range 5118-5175.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top