Mayoritas indeks saham di Asia berakhir di zona negatif seiring dengan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global mengangkat harga aset safe haven dan menekan harga minyak mentah dunia ke level terendah dalam 2 tahun.

Pada hari Selasa IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3.3% tahun ini dari 3.4% dan memperingatkan akan adanya pelemahan aktifitas ekonomi di zona Euro, Jepang dan negara berkembang (emerging market) seperti Brazil.

Indeks saham di Shanghai bergerak melawan arus pada hari perdagangan pertama setelah libur seminggu penuh merayakan hari kemerdekaan.

Investor mengabaikan data HSBC Services PMI China yang turun tipis di bulan September dari level tertingginya dalam 17 bulan yang tercipta di bulan Agustus. Penurunan data Services PMI China justru memperkuat ekspektasi akan diluncurkannya stimulus lebih lanjut oleh Beijing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 74.3 poin (-1.48%) ke level 4958.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terjun bebas 15 poin (-1.76%) ke level 837.4. Investor asing menarik IDR233.2 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa melemah karena investor menunggu rilis naskah atau transkrip pertemuan kebijakan Federal Reserve (the Fed Minutes) bulan September lalu..

Sentiment juga tertekan setelah Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengatakan pertumbuhan ekonomi zona Euro akan melambat di bulan bulan mendatang.

Indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kenaikan harian terbesar tahun ini setelah Fed Minutes memberi penegasan atas niat bank sentral untuk berhati hati dalam menaikkan suku bunga.

Para pejabat the Fed memangkas proyeksi pertumbuhan akibat menguatnya nilai tukar USD terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan beberapa pejabat the Fed juga mengekspresikan kekhawatiran atas pelemahan global.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup naik setelah memburuknya data Industrial Orders Jerman menimbulkan ekspektasi akan adanya stimulus tambahan dari ECB. Sementara itu, pasar Amerika ditutup turun karena investor diprediksi masih cenderung wait and see mengenai pembacaan FOMC Minutes pada hari Rabu mendatang. Selain itu, semakin mendekatnya musim pelaporan keuangan emiten juga masih dinantikan oleh investor. Dari dalam negeri, terpilihnya Oesman Sapta sebagai salah satu calon pimpinan MPR dari unsur DPD diyakini dapat menjadi penyeimbang di dalam parlemen, namun hasil pemilihan ketua MPR hari ini masih dapat menjadi perhatian investor, selain tentunya keputusan suku bunga BI yang diprediksi tetap di 7,5%, setelah cadangan devisa per akhir September tercatat relatif stabil pada $111,2 milyar.

Secara teknikal IHSG terkonsolidasi dan kembali break out support. Indikator stochastic masih bergerak bullish namun sedikit tertekan di area oversold. Indikator RSI memberikan signal momentum yang sedikit terkonsolidasi. Diprediksikan IHSG akan bergerak mencoba rebound dengan range 4930-5015.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top