Indeks saham di Asia menguat setelah data Non-Farm Payrolls AS keluar lebih baik dari ekspektasi sehingga menghapus kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

Perdagangan berjalan cukup sepi seiring tutupnya pasar saham di China, Singapura, Malaysia dan India karena hari libur.

Ketegangan politik di Hong Kong mereda kemarin setelah Pegawai Negeri Sipil (PNS) menembus barikade pengunjuk rasa untuk pergi bekerja di kantor kantor Pemerintah. Sejumlah bank pun juga kembali beroperasi seperti biasa.

Akhir pekan lalu, pecah kerusuhan di area Mong Kok dengan diserangnya markas pengunjuk rasa oleh masa penentang gerakan demokrasi.

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara Asia Timur untuk tahun ini dan tahun 2015 seiring melambatnya ekspansi ekonomi China dan pemangku jabatan bersiap menghadapi kondisi moneter global yang lebih ketat.

Kawasan Asia Timur diprediksi tumbuh 6.9% tahun 2014 dan 2015, turun dari proyeksi pertumbuhan 7.15 yang di bulan April lalu. China akan ekspansi 7.4% tahun ini dan 7.2% tahun 2015, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya dimana China diramalkan tumbuh 7.6% dan 7.5%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 50.8 poin (1.03%) ke level 5000.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 11.6 poin (1.39%) ke level 845.5. Investor asing menarik dana sebesar IDR95.5 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat, melanjutkan rally akhir pelan lalu yang di dorong oleh data Non-Farm Payrolls AS.  Bahkan data Factory Orders Jerman yang anjlok 5.7% di bulan Agustus gagal menghapus optimisme pasar.

Indeks saham utama di Wall Street turun karena investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) dari rally minggu lalu. Investor juga bersikap waspada 2 hari menjelang rilis naskah pertemuan terakhir Federal Reserve serta di mulainya musim laporan keuangan (earnings season) Kuartal III.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup naik setelah memburuknya data Industrial Orders Jerman menimbulkan ekspektasi akan adanya stimulus tambahan dari ECB. Sementara itu, pasar Amerika ditutup turun karena investor diprediksi masih cenderung wait and see mengenai pembacaan FOMC Minutes pada hari Rabu mendatang. Selain itu, semakin mendekatnya musim pelaporan keuangan emiten juga masih dinantikan oleh investor. Dari dalam negeri, terpilihnya Oesman Sapta sebagai salah satu calon pimpinan MPR dari unsur DPD diyakini dapat menjadi penyeimbang di dalam parlemen, namun hasil pemilihan ketua MPR hari ini masih dapat menjadi perhatian investor, selain tentunya keputusan suku bunga BI yang diprediksi tetap di 7,5%, setelah cadangan devisa per akhir September tercatat relatif stabil pada $111,2 milyar.

Secara teknikal pola candlestick yang terbentuk adalah bullish harami diawal dengan downtrend seakan rebound pada lower bollinger bands dan berpotensi membuat corrections wave B dengan target 1 5060 dan target 2 5140. Indikator stochastic terkonsolidasi pada area oversold dengan potensi golden-cross dan Indikator RSI mengkonfirmasi adanya bullish momentum dari osilator oversold. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali mencoba menguat terbatas dengan range 4975-5060.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top