Indeks saham di Asia ditutup beragam (mixed) karena investor menunggu hasil dari pertemuan kebijakan Federal Reserve selama 2 hari yang di mulai pada Selasa malam untuk mencari petunjuk arah suku bunga di AS.Federal Reserve diyakini akan mengumumkan berakhirnya program Quantitative Easing dan kemungkinan besar memperkuat komitmen untuk menunggu beberapa waktu sebelum akhirnya menaikkan suku bunga acuan.
Penjualan ritel di Jepang tumbuh 2.3% (YoY) di bulan September, tercepat sejak Kuartal I, menyusul pertumbuhan 1.2% (YoY) pada bulan Agustus. Ini memberi indikasi bahwa belanja konsumen secara perlahan mulai membaik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 23 poin (-0.46%) ke level 5001.3, terendah sejak 16 Oktober sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 4.8 poin (-0.57%) ke level 846.5. Investor asing menarik IDR638.2 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa berakhir di teritori positif dan menghentikan penurunan selama 2 hari beruntun. Emiten besar seperti UBS, Novartis dan BP, semuanya mengeluarkan laporan keuangan yang solid, juga turut memberi dorongan pada indeks.
Indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan indeks DJIA memperpanjang kenaikan menjadi 4 hari beruntun karena investor menyambut baik laporan keuangan emiten, kenaikan data Consumer Confidence Index dan mengantisipasi berakhirnya peogram pembelian obligasi oleh Federal Reserve.
Data Consumer Confidence Index rebound ke level 94.5 di bulan Oktober dari level 89 pada bulan September. Data Durable Goods Orders turun 1.3% di bulan September menyusul penurunan 18.3% di bulan Agustus.
Data Indeks Harga Rumah (Home Price Index) di 20 kota metropolitan AS naik 5.6% (YoY) di bulan Agustus, laju terlemah sejak November 2012 dan sedikit di bawah ekspektasi pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin. Indeks Consumer Confidence Amerika tercatat mengalami kenaikan dari periode sebelumnya, dan juga diatas estimasi. Hal ini semakin menambah optimisme investor global, terutama dalam menyambut pernyataan FOMC hari ini. Adapun berakhirnya program stimulus (QE) pada akhir bulan ini telah diantisipasi oleh pelaku pasar. Sejumlah emiten yang telah melaporkan keuangannya juga mencatatkan hasil di atas estimasi. Dari dalam negeri, over ekspektasi terhadap kabinet baru telah menyebabkan volatilitas pasar beberapa hari terakhir, namun kinerja nyata dari para menteri masih patut ditunggu, terutama yang berada dibawah Koordinasi Perekonomian yang telah melakukan rapat perdananya kemarin.
Secara teknikal IHSG mengalami penurunan 3 hari berturut - turut dan mampu bertahan pada level 5000 yang merupakan support pisikologis. Indikator Stochastic terlihat menukik cukup tajam dan telah mendekati area overbought namun pergerakan masih cenderung berpeluang tertekan. Indiaktor RSI dan CCI mempunyai momentum bearish yang mulai melandai pada area moderate terlihat tertahan pada MA momentum 14 hari. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed mencoba menguat dan rebound pada area support dengan range pergerakan 4978-5050.
0 comments:
Post a Comment