Mayoritas indeks saham di Asia menguat dipimpin oleh kenaikan indeks saham di Shanghai dan Jepang ditengah absennya sentimen dari indeks saham di Wall Street yang tutup karena hari libur nasional Labor Day.Sesi perdagangan juga dibayangi oleh kehawatiran geopolitik dan data survei manufaktur di Asia dan Eropa yang memperlihatkan beberapa kantong pelemahan dalam ekonomi global.
Ketegangan antara Rusia dan Ukrania masih menjadi fokus. Uni Eropa dikabarkan sedang merancang rencana darurat jika Moskow mematikan saluran pipa gas untuk Eropa sebagai tindakan balasan atas penambahan sanksi.
Secara terpisah, Ukrania mulai melakukan pembicaraan dengan fraksi pemberontak pro Rusia yang mengatakan bersedia tetap menjadi bagian dari Ukrania jika diberi status spesial.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat 24 poin (0.46%) ke level 5201.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 5.4 poin (0.62%) ke level 885.5. Investor asing menarik IDR230.8 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah tipis karena investor memantau perkembangan di Ukrania bagian timur dan memberi reaksi atas data Producer Price Index (PPI) zona Euro yang turun 0.2% dari bulan Juli dan turun 1.1% secara tahunan.
Investor bergerak hati-hati karena mereka menunggu kepastian atas apakah bank sentral Eropa (ECB) akan menyetujui babak baru stimulus moneter.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street turun, dengan indeks S&P 500 bertahan di atas level psikologis 2000 setelah sempat mencatat rekor intraday tertinggi terbaru, seiring dengan jatuhnya saham sektor energi akibat pelemahan harga minyak mentah dunia dan karena investor menunggu apakah bank sentral Eropa (ECB) akan kembali meluncurkan paket stimulus moneter minggu ini.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup mix cenderung melemah kemarin. Investor masih menunggu apakah Bank Sentral Eropa akan meluncurkan kebijakan moneter baru pekan ini, mengingat data ekonomi menunjukkan pelemahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu agresi militer pemberontak Ukraina yang dudukung Rusia juga masih menjadi isu geopolitik yang masih harus dicermati. Dari dalam negeri, diperbolehkannya Newmont untuk kembali mengekspor konsentrat diperkirakan dapat meredam defisit neraca perdagangan, dimana sebelumnya Freeport juga telah lebih dahulu diperbolehkan mengekspor mineral mentahnya.
secara teknikal IHSG mengkonfirmasi rebound yang terjadi dan mendekat area upper bollinger bands dengan Indikator stochastic yang merespot pola golden-cross dan berpeluang menguat meskipun Momentum dari Indikator RSI sudah terlihat mulai memasuki Osilator jenuh beli. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range 5150-5223.
0 comments:
Post a Comment