Mayoritas indeks saham di Asia naik menyusul rilis data ekonomi dari China dan Australia.2 survei memperlihatkan bahwa aktifitas sektor Jasa (Services) China rebound di bulan Agustus, mengimbangi pelemahan di sektor manufaktur belakangan ini.
Data Services Purchasing Managers’ Index (PMI) China versi HSBC berekspansi pada laju tercepat dalam 17 bulan sementara data resmi Pemerintah China rebound dari angka bulan Juli yang juga merupakan level terendah dalam 6 bulan.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Australia melambat seiring masih lesunya kinerja ekspor. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Bruto (GDP) Australia tumbuh 0.5% (QoQ) di Kuartal II, diatas estimasi namun lebih lambat dari pertumbuhan 1.1% di Kuartal I 2014. Secara tahunan, GDP tumbuh 3.1%, lebih tinggi dari pertumbuhan di Kuartal I yang hanya 2.9%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat 22.5 poin (0.43%) ke level 5224.1, tertinggi dalam sejarah dan indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 4.2 poin (0.47%) ke level 889.7. Investor asing mencatatkan Net Buy IDR475.4 miliar sementara investor domestik justru mencatatkan Net Sell IDR476 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat di dorong oleh prospek Kiev dan Moskow sedang melangkah menuju kesepakatan gencatan senjata di Ukrania bagian Timur.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengkonfirmasi bahwa dirinya dan Presiden Ukrania Petro Poroshenko sepakat atas kerangka rencana gencatan senjata antara militer Ukrania dan pemberontak pro-Rusia. Kesepakatan akhir dapat dicapai pada pertemuan hari Jumat di Minsk.
Indeks saham utama di Wall Street berakhir mixed dengan kecenderungan melemah, tertekan oleh penurunan harga saham Apple dan meredanya optimisme atas prospek gencatan sejata di Ukrania. Selain itu, investor juga menunggu hasil pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) sore nanti.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup naik setelah Ukraina dan Rusia melakukan gencatan senjata untuk berunding pada hari Jumat mendatang. Sementara pasar Amerika ditutup mixed karena investor sedang menantikan keputusan suku bunga dan pernyataan dari Bank Sentral Eropa hari ini. Dari dalam negeri, tekanan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi bagi pemerintah baru semakin besar setelah diperkirakan kuota akan jebol menjelang akhir tahun ini.
Secara teknikal IHSG berhasil mencapai harga tertinggi baru pada tahun 2014 namun dengan momentum yang sangat tinggi dan sudah berada pada area upper bollinger bands. Indikator stochastic memberikan indikasi penguatan yang masih cukup terbuka meskipun Momentum dari Indikator RSI menjenuh pada area overbought. Peluang penguatan untuk IHSG masih cukup terbuka melihat target ideal dari motive wave 5 IHSG berada pada level 5263. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed menguat namun terbatas dengan range pergerakan 5200-5263. Namun tetap memperhatikan titik support untuk mulai melakukan distribusi dikarenakan momentum IHSG yang mulai rawan terjadinya koreksi.
0 comments:
Post a Comment