http://www.globalgujaratnews.in/uploads/news/03_2013/1362656550_BoJ.jpgMayoritas indeks saham di Asia menguat di tengah volume perdagangan yang ringan karena pasar saham di Korea Selatan dan Hong Kong yang masih tutup karena libur perayaan Mid-Autumn Festival.

Di rilis Selasa pagi, naskah pertemuan kebijakan Bank Of Japan (BOJ) memperlihatkan beberapa pejabat BOJ menyakini kinerja ekpsor Jepang mungkin akan lambat dalam memberi respon pada perkembangan di luar negeri karena adanya perubahan struktural.

Uni Eropa secara resmi mengadopsi satu paket sanksi baru atas Rusia pada Senin sore, namun mengatakan penegakan sanksi itu akan sedikit tertunda dengan tujuan untuk memberi waktu bagi penilaian jalannya gencatan senjata di Ukrania.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 49.4 poin (-0.94%) ke level 5197.1, rekor penutupan tertinggi terbaru, sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpangkas 9.1 poin (-1.01%) ke level 883.7. Investor asing menarik IDR122.5 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa berada di zona negatif karena menyebarnya ke seluruh Eropa ketakutan atas jajak pendapat kemerdekaan Skotlandia minggu depan.

Investor fokus pada apakah warga Skotlandia akan memilih untuk memisahkan diri dari Inggris serta ketidakpastian ekonomi yang akan muncul jika hal itu terjadi, untuk mendorong warga Skotlandia menolak pemisahan diri, 3 partai politik utama di Inggris bersiap meluncurkan proposal yang akan memberi Skotlandia otonomi lebih besar.

Indeks saham utama di Wall Street anjlok seiring merangkak naiknya imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS (US Treasury) dan karena investor khawatir kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga.

Indeks S&P 500 menderita penurunan harian terbesar dalam 5 minggu dan NASDAQ mengalami penurunan terbesar sejak 31 Juli karena kejatuhan harga saham Apple setelah memamerkan iPhone terbaru dan Apple Watch.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Bursa Asia bergerak di zona negatif di awal perdagangan pagi ini. Bursa melemah mengekor penurunan di pasar saham Amerika Serikat, dengan adanya kekhawatiran Federal Reserve akan menaikkan bunga acuan lebih cepat dari permintaan. Sedangkan dari dalam negeri, sentimen cenderung dipengaruhi oleh BI rate. Sebagian pihak merasa bahwa BI rate perlu dipangkas hingga 50 basis poin atau menjadi 7% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus turun. Hal ini didasari oleh adanya penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa dan rendahnya inflasi.

Secara teknikal IHSG melemah menutup gap dan merespon pola gravestone doji yang terbentuk sebelumnya. Indikator Stochastic masih bergerak bearish dengan momentum bearish dari area overbought dari indikator RSI. Sehingga diprediksikan IHSG masih cenderung bergerak melemah tertahan pada range 5164-5220.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top