Indeks saham di Asia turun karena pelaku pasar berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi sehingga mengerek imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS dan menopang penguatan nilai tukar USD terhadap sejumlah mata uang utama lain di dunia.Tim ekonomi Federal Reserve Bank di San Franciso mengejutkan pasar dengan menerbitkan laporan yang mengatakan investor mempunyai ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat di banding dengan ekspektasi para pemangku kebijakan di AS.
Laporan itu juga mendongkrak ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memberi sinyal kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan mereka tanggal 16-17 September nanti, kemungkinan dengan cara menghilangkan kalimat seperti ”Federal Reserve berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga di tingkat yang rendah untuk waktu yang cukup lama”.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 54.1 poin (-1.04%) ke level 5143 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 10.2 poin (-1.16%) ke level 873.4. Investor asing menarik IDR815.5 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah selama 4 hari beruntun karena investor menghadapi ketidakpastian atas hasil referendum pemisahan diri Skotlandia minggu depan dan kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga di AS akan terjadi lebih cepat dari perkiraan.
Yunani tetap terpuruk dalam deflasi di bulan Agustus, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) turun 0.3% (YoY). IHK Yunani pertama kali berubah negatif pada Maret 2013, memperparah masalah ekonomi yang di derita negara itu. Ekonomi Yunani sekarang berada dalam tahun ke 7 resesi.
Indeks saham utama di Wall Street naik di dorong oleh lonjakan harga saham Apple (3.1%) dan sejumlah saham sektor teknologi lainnya. Selain itu investor juga mencerna hasil survei terkini yang menunjukkan mayoritas warga Skotlandia bersedia tetap menjadi bagian dari Inggris.
Investor sempat khawatir atas potensi Skotlandia menjadi sebuah negara merdeka setelah hasil survei minggu lalu menempatkan kelompok pro kemerdekaan memperoleh dukungan terbanyak untuk pertama kali.
IHSG diprediksi akan kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup flat cenderung turun karena kekhawatiran investor akan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC pekan depan, dan juga menyambut voting yang terjadi di Skotlandia untuk menentukan kemerdekaan dari Inggris. Sementara pasar Amerika ditutup naik didorong oleh sektor teknologi dimana Apple dikabarkan segera meluncurkan produk Iphone terbarunya ke pasar. Dari dalam negeri, investor masih menantikan keputusan suku bunga BI yang akan dirilis hari ini dan diperkirakan tetap dipertahankan di level 7,5%. Di samping itu, rencana Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar sebesar Rp1.000 mulai November atau Desember 2014 berpotensi membawa sentimen negatif bagi IHSG dalam jangka pendek.
Secara teknikal IHSG melanjutkan pelemahan setelah dead-cross support MA25 namun pelemahan IHSG telah memasuki area lower bollinger bands. Indikator Stochastic masih bergerak bearish diiringi dengan momentum bearish dari indikator RSI pada area medium osilator. diprediksikan IHSG akan kembali bergerak melemah terbatas menutup gap melihat posisi IHSG yang telah mendekati area support bullish trend dengan range 5113-5170.
0 comments:
Post a Comment