Indeks saham di Asia memulai minggu perdagangan dengan mixed karena investor fokus pada rilis data ekonomi China dan Jepang. Volume perdagangan juga kecil akibat dari tutupnya pasar saham di China, Korea Selatan dan Taiwam untuk merayakan Festival Mid-Autumn.Ekspor China tumbuh lebih pesat dari perkurangan di bulan Agustus sementara impor secara mengejutkan turun selama 2 bulan beruntun, betapa rentannya proses pemulihan ekonomi di negara itu. Ekspor tumbuh 9.4% bulan lalu, turun dari ekspansi 14.5% di bulan Juli. Namun impor kontraksi 2.4% setelah menciut 1.6% pada bulan sebelumnya.
Angka ini memberi indikasi bahwa permintaan global atas barang buatan China masih stabil namun permintaan domestik terus anjlok, diperparah oleh kelesuan di pasar properti.
Ekonomi Jepang menciut 7.1% (YoY) selama periode April-Juni dari Kuartal sebelumnya, lebih besar dari perhitungan awal dan menenkankan pada kekhawatiran bahwa dampak kenaikan pajak penjualan bulan April lalu ternyata lebih besar dari ekspektasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 29.1 poin (0.56%) ke level 5246.5, rekor penutupan tertinggi terbaru, sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 6.1 poin (0.69%) ke level 892.7. Investor asing Jumat lalu mencatatkan Net Buy IDR561.2 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah, dipimpin oleh indeks FTSE 100 setelah data perdagangan China keluar lebih buruk dari estimasi dan akibat kekhawatiran menjelang hasil jajak pendapat minggu depan tentang kemerdekaan Skotlandia.
Kubu pro-kemerdekaan terlihat akhir akhir ini semakin populer dan ada ketidakpastian yang besar mengenai dampak kemerdekaan terhadap dunia usaha.
Indeks saham utama di Wall Street melemah, dipimpin saham sektor energi seiring tergelincirnya harga minyak mentah ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir dan karena investor bersikap waspada setelah kenaikan selama 5 minggu beruntun telah mengerek indeks S&P 500 dan DJIA mencapai level penutupan tertinggi.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Bursa AS ditutup mixed cenderung melemah, dipicu oleh menurunnya harga minyak Brent hingga di bawah $100, sehingga saham-saham energi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bursa Asia dibuka mixed cenderung menguat setelah Eropa memutuskan untuk menahan pemberian sanksi baru terhadap Rusia. Di samping itu, data neraca perdagangan tiongkok bulan agustus dirilis cukup baik dan kembali surplus, namun sebagian pihak berpendapat bahwa impor yang lemah masih mengindikasikan bahwa ekonomi China masih belum sepenuhnya pulih. Sementara dari dalam negeri, SBY setuju untuk menaikkan harga elpiji 12kg yang sebagian besar penggunanya adalah kalangan menengah ke atas, sehingga dianggap minim risiko. Di samping itu, kebijakan tight money policy sudah bisa dirasakan. Tercermin dari menurunnya kredit perbankan mencapai 15% yoy, namun masih sesuai dengan target BI.
IHSG membentuk pola cukup negatif yaitu gravestone doji dengan posisi IHSG yang telah mencapai area upper bands dan berpotensi pulled back jika tak mampu break out resistance upper bands. Indikator Stochastic bergerak bearish setelah dead-cross pada area overbought dengan momentum RSI yang menjenuh. Diprediksikan IHSG bergerak terkoreksi dengan range 5220-5265.
0 comments:
Post a Comment