Indeks saham di Asia berakhir mixed ditengah kekhawatiran mengenai pertumbuhan global dan meningkatnya kembali kekerasan di Timur Tengah.

Pada hari Selasa, Amerika Serikat dan sekutu arabnya melancarkan serangan udara atas posisi kelompok ISIS di Suriah untuk pertama kali, membuka medan pertempuran baru ditengah berubahnya aliansi di Timur Tengah dan melemahnya permintaan atas aset berisiko tinggi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 14.1 poin (-0.27%) ke level 5174. Indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 5 poin (-0.56%) ke level 878.7. Investor asing menarik IDR440.6 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa lompat setelah data iklim dunia usaha Jerman turun ke level terendah dalam lebih dari setahun, menawarkan pelaku pasar alasan untuk percaya bahwa bank sentral Eropa (ECB) mungkin akan mengambil langkah yang lebih agresif untuk membangkitkan kembali perekonomian zona Euro.

Data Ifo Business Climate Index Jerman turun ke level 104.7 dari level 106.3 di bulan Agustus.

Indeks saham utama di Wall Street rally dan menghentikan penurunan selama 3 hari beruntun, ditopang oleh data penjualan rumah baru (New Home Sales) yang melebihi ekspektasi dan komentar bersahabat dari 2 pejabat the Fed.

Penjualan rumah baru di AS melonjak 18% di bulan Agustus menjadi 504,000 unit, paling pesat dalam 6 tahun terakhir.

Presiden Federal Reserve Bank di Chicago Charles Evans berpendapat bank sentral musti sangat sabar sebelum menaikkan suku bunga jangka pendek, meskipun itu berarti membiarkan laju inflasi melampaui target.

Sedangkan menurut Presiden Federal Reserve Bank di Cleveland Loretta Mester, ekonomi AS sedang kembali menuju kondisi normal sehingga the Fed harus extra hati-hati dalam merencanakan strategi keluar dari kebijakan suku bunga super rendah.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini, meskipun pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin. Lemahnya data ekonomi Eropa menimbulkan harapan akan adanya stimulus tambahan dari ECB. Ifo Business Climate Jerman tercatat dibawah estimasi, dan diperkirakan perekonomian negara tersebut akan melemah. Sementara itu, data New Home Sales AS tercatat di atas estimasi, yang menandakan perekonomian negara ini terus menguat. Namun, pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang berencana akan mengumumkan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan berpotensi menimbulkan pembalikan hot money dari pasar keuangan Indonesia, dan diprediksi akan membawa sentimen negatif bagi negara-negara berkembang. Dari dalam negeri, hari ini DPR akan menggelar rapat paripurna untuk menyetujui atau tidaknya RUU Pilkada. Sementara itu, anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengancam untuk mematikan seluruh jaringan internetnya menyusul vonis atas mantan Direktur Indosat Mega Media.

Secara teknikal IHSG tidak mampu bertahan pada area support MA7 dan MA25 sehingga memberikan signal melanjutkan pelemahan meskipun secara jangka panjang pergerakan IHSG cenderung masih di dalam bullish trend jangka panjang. Indikator Stochastic bergerak bearish cukup curam hingga berada pada area tengah dengan diiringi Bearish momentum yang telah break out MA14 dari Indikator RSI. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali tertekan dengan range pergerakan 5155-5190.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top