Indeks saham di Asia naik dipicu oleh kebijakan likuiditas di China dan setelah rakyat Skotlandia memutuskan untuk menolak pemisahan diri.Pada Kamis sore, bank sentral China, the People’s bank of China (PBoC) memangkas suku bunga Repo 14 hari sebesar 20 bps menjadi 3.5% untuk menurunkan biaya peminjaman jangka pendek oleh perbankan.
Pelaku pasar juga mengatakan PBoC menyuntikkan $1.3 miliar ke dalam pasar uang minggu lalu. Langkah ini di ambil beberapa hari setelah PBoC diyakini telah menyalurkan $81 miliar bagi 5 bank terbesar di China.
Jutaan warga Skotlandia telah memilih Skotlandia untuk tetap menjadi bagian dari Inggris. Hasil referendum dari berbagai penjuru negeri memperlihatkan kemenangan telak bagi kunu yang menolak pemisahaan diri dan pemimpin nasionalis Skotlandia Alex Salmond telah mengakui kekalahan.
Sentimen juga ditopang oleh berita bahwa Alibaba Group Holding menentukan harga saham IPOnya sebesar $68, batas atas dari kisaran harga dan meraup $21.8 miliar pada hari kamis dalam salah satu ajang penawaran saham terbesar di dunia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 19.4 poin (0.37%) ke level 5227.6. Indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 3.9 poin (0.44%) ke level 890.7. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing naik 83.9 poin (1.63%) dan 20.5 poin (2.36%). Setelah 4 hari beruntun membukukan Net Sell, investor asing Jumat lalu akhirnya melakukan Net Buy sebesar IDR281.9 miliar, memperkecil total Net Sell asing minggu lalu menjadi IDR2,05 triliun.
Mayoritas indeks saham di Eropa menguat akhir pekan lalu setelah 55% warga Skotlandia memilih untuk tetap bergabung bersama Inggris.
Indeks saham utama di Wall Street mengakhiri minggu yang penuh volatilitas tinggi akibat 2 peristiwa besar (risk event) yakni pertemuan FOMC dan referendum Skotlandia, dengan mixed seiring dengan menguat tipisnya indeks DJIA sehingga kembali menciptakan rekor penutupan tertinggi.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup menguat pada akhir pekan. Hasil referendum rakyat Skotlandia memutuskan untuk tetap bersama Inggris. Pasar Amerika masih dipengaruhi keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level rendah. HSBC Flash Manufacturing PMI China besok masih patut menjadi perhatian investor, setelah langkah pemerintah negeri tersebut untuk membantu likuiditas beberapa bank besarnya. Dari dalam negeri, Presiden terpilih Joko Widodo berencana menghentikan insentif pajak atas mobil murah LCGC. Sementara itu, BPS mengestimasikan bahwa laju inflasi September kemungkinan di bawah 0,5%. Secara historis, inflasi September-November tidaklah mengkhawatirkan karena periode ini sudah melewati puasa, lebaran serta tahun ajaran baru. Harga ayam, telur, cabai merah akibat faktor musim, serta kenaikan harga gas elpiji 12kg diprediksi akan menjadi penyumbang laju inflasi dan patut diwaspadai.
Secara teknikal IHSG break out resistance dilevel 5225 namun terlihat dari tingkat volatilitas harga IHSG pada hari ini memantul pada area upper bollinger bands. Indikator Stochastic meskipun bergerak bullish tetapi posisinya telah memasuki area upper bollinger band. Momentum RSI IHSG menjenuh pada area dekat jenuh beli. Diprediksikan IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan range 5200-5260.
0 comments:
Post a Comment