Indeks saham di Asia berakhir beragam (mixed) karena melambatnya kenaikan harga properti di China mengimbangi rasa lega atas sikap Federal Reserve yang mempertahankan kebijakan akomodatif.

Harga rumah baru di China hanya tumbuh 0.5% (YoY) di bulan Agustus, lebih rendah dibanding pertumbuhan 2.5% pada bulan Juli. Secara bulanan, harga rumah baru mencatatkan penurunan selama 4 bulan beruntun, memperparah kekhawatiran mengenai koreksi di pasar Real Estate China akibat penurunan penjualan dan persediaan (supply) yang melimpah.

Ekspor Jepang turun di bulan Agustus seiring kontraksinya pengiriman barang ke AS, sehingga menghilangkan harapan bahwa permintaan luar negeri akan dapat mendongkrak kinerja ekonomi Jepang yang tertekan oleh lemahnya belanja konsumen.

Ekspor turun 1.3% (YoY) di bulan Agustus menyusul pertumbuhan 3.9% di bulan Juli. Impor turun 1.5% secara tahunan, lebih besar dari ekspektasi penurunan 1.2% dan setelah meningkat 2.3% di bulan Juli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 20 poin (0.38%) dan kembali menembus level psikologis 5200, tepatnya di 5208.1. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 8.1 poin (0.92%) ke level 886.8. Investor asing menarik IDR678.4 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat tajam, didorong oleh jaminan suku bunga akan tetap rendah oleh Federal Reserve dan harapan akan adanya program Quantitative Easing di zona Euro.

Bank sentral Eropa (ECB) mengatakan perbankan di zona Euro telah meminjam 82.5 miliar Euro ($106.9 miliar) melalui mekanisme LTRO (Long Term Refinanving Operation), jauh dibawah ekspektasi. Dengan minat perbankan yang kecil seperti ini, diyakini ECB siap untuk meluncurkan program QE dalam skala besar.

Indeks saham utama di Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 dan DJIA tutup pada level tertinggi karena investor menyambut baik komitment Federal Reserve atas suku bunga yang super rendah jauh setelah berakhirnya paket stimulus moneter.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini.  Pasar Eropa dan Amerika ditutup menguat kemarin. Sentimen positif masih datang dari hasil rapat FOMC dimana The Fed menyiratkan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat dan tetap pada rencana semula untuk mengurangi stimulus secara bertahap, serta direncanakan untuk berakhir seluruhnya pada bulan Oktober mendatang. Selain itu, optimisme investor juga disebabkan oleh ekspektasi akan adanya stimulus dan kebijakan moneter baru dari Bank Sentral Eropa. Dari dalam negeri, penguatan nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah patut diwaspadai terutama bagi sektor industri yang masih tergantung pada bahan baku impor.

Secara teknikal IHSG Bergerak bullish momentum, Indikator Stochastic masih memberikan signal bullish namun pada keadaan telah mendekati overbought dengan momentum RSI yang cenderung menjenuh pada area dekat overbought. IHSG diprediksi akan mengalami tekanan pada perdagangan diakhir pekan dan bergerak mixed cenderung terkoreksi dengan range 5185-5240.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top