Indeks saham di Asia ditutup beragam (mixed) dipicu spekulasi Federal Reserve akan mempertahankan sikap lunak berkaitan dengan kebijakan moneter dan setelah beredarnya berita stimulus di China di situs Sina.com.Bank sentral China, the People’s Bank of China (PBoC) akan membagikan masing masing 500 yuan ($81 miliar) untuk 5 bank terbesar di negara itu melalui fasilitas pinjaman siaga (Standing Lending facilities), sebuah alat yang memungkinkan bank untuk meminta bank sentral pinjaman untuk 1-3 bulan. Langkah ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 57.7 poin (1.12%) ke level 5188.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 11.3 poin (1.30%) ke level 878.7. Investor asing menarik IDR522.9 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa rebound di dorong oleh kenaikan indeks saham di AS menjelang pengumuman oleh Federal Reserve dan oleh berita kebijakan stimulus di China.
Indeks saham utama di Wall Street menguat tipis, dengan DJIA mencapai rekor tertinggi terbaru.
Federal Reserve tidak berubah pikiran dan akan tetap mempertahankan suku bunga jangka pendek di tingkat yang rendah untuk tempo yang cukup lama setelah program pembelian obligasi berskala besar berakhir di bulan Oktober nanti.
Dari sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) AS turun di bulan Agustus untuk pertama kalinya dalam 16 bulan, dipicu oleh penurunan harga bensin.
Defisit Neraca Berjalan (Current Account Deficit) AS turun menjadi $98.5 miliar di Kuartal II 2014 dari $102.2 miliar di Kuartal I 2014.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup menguat setelah The Fed menyatakan untuk tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini, dan tetap dengan rencana semula dalam memangkas stimulus yang direncanakan untuk berakhir seluruhnya pada bulan Oktober mendatang. Langkah China untuk menambah likuiditas 5 bank besarnya juga menambah optimisme investor global. Dari dalam negeri, dimulainya pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) diperkirakan dapat menaikkan volume penjualan kendaraan bermotor pada bulan September ini. Sementara BEI menargetkan IPO 5 emiten baru dengan total nilai emisi mencapai Rp10 triliun sampai dengan akhir tahun ini.
Secara teknikal IHSG kembali mengkonfirmasi rebound pada support bullish trend jangka panjang dengan golden-cross resistance dari MA7. Indikator stochastic bergerak bullish dari area jenuh jual dengan Bullish momentum dari indikator RSI yang berada pada medium osilator. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali menguat namun terbatas dengan range 5170-5225.
0 comments:
Post a Comment