Indeks saham di Asia ditutup beragam (mixed) akhir pekan lalu karena investor menghindari untuk membuat keputusan besar mejelang rilis serangkaian data ekonomi China (Industrial production, Retail Sales, Urban Investment) pada hari Sabtu.

Data dari bank sentral China memperlihatkan bahwa industri perbankan menyalurkan $114.5 miliar kredit baru selama bulan Agustus, lebih besar dari penyaluran pada bulan sebelumnya dan sejalan dengan ekspektasi.

Bank Of Korea (BOK) mempertahankan suku bunga acuan acuan 7-day Repurchase rate di tingkat 2.25% karena ingin menilai dahulu dampak dari penurunan suku bunga yang dilakukan bulan lalu dan paket stimulus fiskal Pemerintah Korea Selatan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maju 10.7 poin (0.21%) ke level 5143.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 naik tipis 1.1 poin (0.13%) ke level 870.1. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing anjlok 73.6 poin (-1.41%) dan 16.5 poin (-1.86%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR776.4 miliar keluar dari pasar saham domestik, memperbesar total Net Sell minggu lalu menjadi IDR1,75 triliun.

Indeks saham di Eropa berakhir datar (flat) dengan kecenderungan melemah, refleksi dari kekhawatiran bahwa Skotlandia dapat memilih untuk memisahkan diri dari Inggris minggu ini.

Data Industrial Production zona Euro rebound di bulan Juli, tumbuh 1% setelah turun 0.3% di bulan Juni. Pasar tenaga kerja di zona Euro tumbuh 0.2% di Kuartal II 2014, jika dibanding dengan pencapaian di kuartal sebelumnya.

Di Italia, Industrial Production justru turun di bulan Juli dan di Spanyol data memberi konfirmasi bahwa harga harga turun 0.5% di bulan Agustus, terbesar sejak negara itu jatuh ke dalam deflasi Oktober 2013, 

Indeks saham utama di Wall Street melemah dan menghentikan kenaikan selama 5 minggu beruntun karena investor menunggu pengumuman hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve hari Rabu nanti.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup flat cenderung melemah, dan pasar Amerika ditutup melemah pada akhir pekan kemarin. Ketidakpastian referendum Skotlandia, sanksi terhadap Rusia, dan rapat FOMC pekan ini diperkirakan masih menjadi sentimen yang mempengaruhi investor global. Masih patut untuk dicermati mengenai rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan, yang diperkirakan dapat membuat mata uang Dollar AS menguat lebih lanjut. Dari dalam negeri, Presiden terpilih Joko Widodo berencana mengumumkan postur kabinetnya dalam waktu dekat ini. Sementara itu, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 5,1%–5,5% dengan kecenderungan ke batas bawah. Hal ini terjadi karena pengetatan ekonomi yang memang sesuai desain pemerintah.

Sedangkan secara teknikal, IHSG mengalami whipsaw pada support fractal. Indikator stochastic mengindikasikan golden-cross pada area oversold. Momentum consolidations di area medium osilator. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali melakukan penguatan dengan range 5120 - 5170.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top