Indeks saham di Asia kecuali di Shanghai turun menyusul keputusan bank sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga acuan dan menjelang rilis data penting Non-Fram payrolls AS Jumat malam.

Janji kebijakan stimulus oleh pejabat ECB dan Bank Of Japan (BOJ) hari Kamis telah memberi tekanan pada nilai tukar Euro dan Yen, membuat USD secara otomatis menguat akhir pekan lalu.

Investor juga memonitor perundingan damai antara Presiden Ukrania dan pemberontak pro-Rusia. Pemberontak telah mengatakan mereka bersedia menandatangani persetujuan gencatan senjata jika solusi politik capat ditemukan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah 12 poin (0.23%) ke level 5217.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 1.3 poin (0.15%) ke level 886.6. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing lompat 80.5 poin (1.57%) dan 17.4 poin (2.0%). Investor asing Jumat lalu mencatatkan Net Buy IDR303.5 miliar, memperbesar total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR830 miliar.

Indeks saham di Eropa melemah karena investor melakukan aksi ambil untung (profit-taking) pasca pengumuman kenaikan 3 suku bunga acuan oleh bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis dan karena data pasar tenaga kerja (Non-Farm Payrolls) AS keluar lebih rendah dari ekspektasi.

Data memperlihatkan pertumbuhan pasar tenaga kerja AS mendingin di bulan Agustus, dengan hanya membuka 142,000 lapangan kerja,  meskipun Tingkat Pengangguran turun menjadi 6.1%. Partisipasi Angkatan kerja (Labor Force Participation) juga turun menjadi 62.8%, terendah sejak 1978.

Indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan indeks S&P 500 dan DJIA memperpanjang kenaikan menjadi 5 minggu beruntun karena investor mengabaikan data Non-Farm Payrolls yang keluar lebih rendah dari estimasi.

Setelah berbulan bulan pertumpahan darah, Ukrania dan separatis pro-Rusia sepakat atas gencatan senjata pada saat Uni Eropa dan AS mempertimbangkan sanksi lebih berat atas Rusia akibat campur tangannya dalam konflik di Ukrania.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu untuk menggelontorkan stimulus serta memangkas bunga utama menjadi 0,05% dan deposito menjadi minus 0,2% berpotensi membawa sentimen positif bagi bursa dunia. Di samping itu, Fed Fund Rate juga diprediksi tidak akan naik lebih cepat setelah laporan ketenagakerjaan Agustus 2014 masih menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Sedangkan dari dalam negeri, investor masih menunggu langkah-langkah yang akan dilakukan Jokowi-JK dan cenderung wait and see.

IHSG secara teknikal bergerak konsolidasi merespon pola negatif terlebih dahulu terbentuk yaitu dark cloud cover dengan indikastor stochastic bergerak dead-cross pada area jenuh beli dan momentum dari RSI yang bergerak jenuh pada area dekat overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung tertekan melemah dengan range 5185-5220.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top