Indeks saham di Asia ditutup beragam (mixed) ditopang oleh harapan tercapainya gencatan senjata di Ukrania, meskipun sikap waspada mulai muncul menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) Kamis malam.

Seperti yanag diperkirakan, Bank Of Japan (BOJ) menahan diri dari mengumumkan stimulus baru meskipun semakin banyak bukti bahwa pemulihan ekonomi Jepang sudah kehabisan tenaga.

BOJ tetap berjanji menambah jumlah uang beredar sebesar 60-70 triliun Yen ($572-$667 miliar) per tahun melalui pembelian agresif surat utang Pemerintah Jepang.

Dalam pernyataan resminya, BOJ memprediksi trend pemulihan ekonomi yang moderat akan terus berlanjut. BOJ memangkas pandangan atas investasi perumahan dengan alasan dampak kenaikan pajak penjualan di bulan April lalu yang masih terasa namun menyakini konsumsi swasta tetap tegar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 18.8 poin (-0.36%) ke level 5205.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 4,4 poin (0.50%) ke level 885.3. Investor asing mencatatkan Net Buy IDR155 miliar.

Indeks saham di Eropa rally setelah bank sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga dan mengumumkan rencana pembelian obligasi untuk memerangi inflasi yang rendah di zona Euro.

ECB memangkas 3 suku bunga acuan, masing masing 1%. Refinancing Rate turun menjadi 0.05%, Lending Rate turun menjadi 0.3% dan Deposit Facility Rate turun menjadi -0.2%. Selain itu, Presiden ECB Mario Draghi mengumumkan rencana pembelian berbagai jenis obligasi dan Efek Berbasis Aset yang berdenominasi Euro.

Indeks saham utama di Wall Street berakhir di zona negatif seiring meredupnya optimisme atas penurunan suku bunga yang tidak terduga oleh ECB dan sehari menjelang rilis data penting Non-Farm Payrolls.

Data pasar tenaga kerja kembali memberi gambaran ekonomi yang terus bertumbuh. Data ADP Employment Report menunjukkan sektor swasta merekrut 204,000 pekerja, hampir tidak berubah dari bulan Juli.

IHSG diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup naik setelah ECB memotong tingkat suku bunga dan menegaskan untuk kembali melakukan pembelian aset. Sementara pasar Amerika ditutup turun, meskipun sejumlah data ekonomi seperti Indeks Non Manufaktur dan Trade Balance dirilis relatif menunjukkan hasil positif dan tercatat tidak jauh dari estimasi. Hal ini membuat investor kembali mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed. Dari dalam negeri, investor masih menantikan keputusan suku bunga BI pada pekan depan. Di samping itu, kuota BBM subsidi yang semakin tipis juga berpotensi menjadi sentimen negatif.

Secara teknikal IHSG membentuk pola candlestick bearish engulfing yang mempunyai indikasi pembalikan arah pergerakan yang cenderung negatif. Indikator stochastic menjenuh pada area overbought dengan potensi dead-cross bila IHSG melanjutkan aksi taking profitnya dikuatkan oleh momentum RSI yang berbalik menjadi bearish momentum pada tingkat osilator yang cukup tinggi. Diprediksikan IHSG akan bergerak cenderung melanjutkan pelemahannya dengan range 5170 - 5220.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top