Mayoritas indeks saham di Asia melemah karena peningkatan ketegangan di Ukrania membayangi kinerja cemerlang indeks saham di Wall Street.Presiden Ukrania Petro Poroshenko dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa waktu setempat. Pertemuan ini terjadi setelah Poroshenko pada hari Senin membubarkan Parlemen dan mengumumkan pemilihan legislatif baru akan dilaksanakan bulan Oktober.
Ekspektasi investor semakin besar bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan memperbesar likuiditas paling cepat minggu depan untuk mendongkrak ekonomi Eropa yang masih lesu.
Pelaku pasar masih berusaha menyerap komentar Presiden ECB minggu lalu bahwa ECB siap merespon dengan semua senjata yang dimiliki jika inflasi masih terus turun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 38.4 poin (-0.74%) ke level 5146.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 7.6 poin (-0.86%) ke level 876.2. Investor asing menarik IDR202 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melanjutkan kenaikan, memperpanjang rally yang dimulai pada hari Senin, di dorong oleh semakin besarnya harapan bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan meluncurkan program stimulus baru untuk menopang ekonomi zona Euro.
Indeks saham utama di Wall Street menguat, mengirim indeks DJIA menyentuh level intraday tertinggi dalam sejarah namun tutup 0.2% lebih rendah dari rekor penutupan tertingginya pada tanggal 16 Juli dan indeks S&P 500 berakhir di atas level psikologis 2000 setelah perbaikan sejumlah data ekonomi memberi harapan cerah bagi ekonomi AS.
Data Durable Goods Orders tumbuh 22.6% bulan lalu di dorong oleh peningkatan permintaan atas pesawat terbang komersial. Data Consumer Confidence Index naik ke level 92.4 di bulan Agustus, melebihi ekspektasi 89. Data S&P/Case-Shiller Home Price Index tumbuh 8.1% dari bulan Juni 2013.
IHSG diprediksi akan kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, masih ditopang oleh optimisme investor akan kembali adanya program stimulus Uni Eropa yang diyakini dapat mengimbangi kemungkinan kenaikan suku bunga dari The Fed. Angka Consumer Confidence Amerika juga tercatat diatas estimasi. Namun, sentimen negatif dari dalam negeri. Kelangkaan BBM bersubsidi melanda sejumlah daerah sebagai dampak dari pembatasan kuota yang diterapkan pemerintah beberapa waktu yang lalu. Sementara itu, seorang juru bicara Istana menyatakan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi menjelang berakhirnya periode pemerintahan pimpinan Presiden SBY.
Secara teknikal IHSG bergerak bearish setelah break out support MA7 dan Support fractal sehingga indikasi pergerakan negatif hingga support MA25 dikisaran level 5125. Indikator stochastic terus bergerak bearish menuju oversold dengan momentum bearish dari RSI. Diprediksikan IHSG akan bergerak cenderung kembali terkoreksi dengan kisaran 5178-5125.
0 comments:
Post a Comment