Mayoritas indeks saham di Asia menguat di dorong oleh meluasnya spekulasi bahwa kebijakan stimulus baru akan diluncurkan di zona Euro dan setelah indeks S&P 500 tutup di atas level psikologis 2000 untuk pertama kalinya.

Prospek pembukaan keran likuiditas di Eropa ini dipandang sebagai sesuatu yang positif bagi pasar negara berkembang (Emerging Markets), tidak terkecuali di Asia.

Peristiwa geopolitik tetap menjadi fokus menyusul berita bahwa israel dan kelompok militan di jalur Gaza sepakat untuk menghentikan semua pertempuran di kawasan itu. Namun, tidak ada terobosan dalam pembicaraan antara pemimpin Rusia dan Ukrania. Tetapi, kedua pihak setuju bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meredakan konflik di bagian Timur Ukrania.  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maju 18.7 poin (0.36%) ke level 5165.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.5 poin (0.51%) ke level 880.7. Setelah 2 hari beruntun mencatatkan Net Sell, akhirnya investor asing kemarin mencatatkan Net Buy sebesar IDR268 miliar.

Indeks saham di Eropa bergerak flat dengan kecenderungan menguat karena investor mempertimbangkan kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut di zona Euro.

Investor mempertimbangkan secara serius apakah kebijakan stimulus baru akan diumumkan pada pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang akan datang.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble dikabarkan mengatakan bahwa pernyataan Presiden ECB Mario Draghi sudah di interpretasikan pasar secara berlebihan sehingga sampai pada kesimpulan kebijakan stimulus baru akan segera diumumkan.

Indeks saham utama di Wall Street bergerak flat dengan indeks S&P 500 bertahan di atas level psikologis 2000 selama 2 hari beruntun. Dengan tidak adanya rilis data ekonomi, investor terfokus pada produk terkini dari Apple, laporan keuangan dari emiten seperti Tiffany & Co dan Smith & Wesson serta reboundnya saham Best Buy.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup mix cenderung menguat kemarin. Consumer Confidence Amerika tercatat diatas estimasi, bursa saham pun terus mengalami kenaikan menuju rekor tertingginya karena optimisme pemulihan ekonomi dari krisis yang telah melanda sejak 5 tahun terakhir. Dari dalam negeri, pertemuan Presiden SBY dengan Presiden terpilih Joko Widodo di Bali berjalan dengan baik untuk mengakomodir transisi kekuasaan, sementara Pertamina kembali membuka penyaluran BBM bersubsidi yang kemarin sempat dibatasi. Akan tetapi, hal ini diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG apabila pemerintahan Jokowi-JK tidak segera mengambil tindakan atas kebijakan yang bisa menyebabkan bengkaknya defisit neraca dan menyusutnya APBN.

Sedangkan secara teknikal, IHSG terlihat bergerak rebound pada support bullish trend jangka menengah meskipun hanya mencapai area middle bollinger bands. Indikator stochastic pun masih mengindikasikan pergerakan yang bearish cukup terbatas pada area dekat jenuh jual dengan momentum RSI yang tetap bergerakan terkonsolidasi menandakan pergerakan IHSG masih belum stabil dan akan bergerak mixed cenderung kembali mencoba menguat dengan range 5127-5179.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top