Indeks saham di Asia bergerak mixed setelah pertemuan bank sentral gagal menyediakan kejelasan kebijakan seperti yang diharapkan pasar. Perdagangan juga sepi akibat tidak adanya rilis data ekonomi.

Pidato oleh Presiden bank sentral Eropa (ECB) Mario Draghi dan ketua the Fed Janet Yellen tidak memberi kejutan. Yellen mempertegas bahwa pelemahan masih mungkin terjadi di pasar tenaga kerja AS meskipun ekonomi sudah berada dalam proses pemulihan selama 5 tahun dan Draghi mengekspresikan keyakinan bahwa stimulus yang sudah diumumkan dan pelemahan nilai tukar mata uang Euro  akan menolong ekonomi zona Euro namun menekankan ECB siap melakukan tindakan lebih lanjut jika dibutuhkan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 13.9 poin (-0.27%) ke level 5185 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 3 poin (-0.34%) ke level 883.8. Investor asing menarik IDR176.7 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat setelah Presiden ECB Mario Draghi secara mengejutkan memberi indikasi di Jackson Hole bahwa paket stimulus moneter lebih lanjut dapat diluncurkan.

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls kemarin mengumumkan pembubaran Pemerintah ditengah debat mengenai ekonomi Perancis. Pemerintahan yang baru akan terbentuk hari ini setelah munculnya perbedaan pendapat diantara anggota koalisi Pemerintah.

Data Ifo Business Climate Index Jerman turun ke level 106.3 di bulan Agustus dari level 108 di bulan sebelumnya. Ini melebihi ekspektasi penurunan ke level 107.

Indeks saham utama di Wall Street rally, dengan indeks S&P 500 menembus level psikologis 2000 untuk pertama kali, di dorong oleh berbagai aksi korporasi dan optimisme bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan mulai merancang paket stimulus untuk menopang pertumbuhan ekonomi di Eropa.

Dari data ekonomi, New Home sales bulan Juli turun ke level terendah sejak bulan Maret sementara perhitungan awal (flash) data PMI Services melemah selama 2 bulan beruntun di bulan Agustus.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, ditopang oleh optimisme investor akan berlanjutnya stimulus Uni Eropa, setelah Presiden ECB Mario Draghi pada akhir pekan lalu menyatakan kesiapannya untuk menambah stimulus apabila dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Sementara itu, Bank Sentral AS sulit mengerek suku bunga acuan karena pasar tenaga kerja AS masih belum sepenuhnya pulih. Hari ini investor masih akan menantikan data Core Durable Goods Order dan Consumer Confidence dari Amerika. Dari dalam negeri, BPH Migas mengusulkan kenaikan harga BBM jenis Premium menjadi Rp10.000 per liter. Sementara itu, Presiden terpilih Jokowi dijadwalkan untuk menemui Presiden SBY besok di Bali untuk membahas transisi pemerintahan dan APBN 2015.

Secara teknikal IHSG merespon pola negatif dark cloud cover yang terbentuk 2 hari lalu sehingga indikator stochastic pun memberikan signal negatif yaitu dead-cross dengan bearish reversal momentum dari RSI sehingga diprediksikan IHSG masih akan tertekan pada range pergerakan 5154-5200.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top