Indeks saham di Asia menguat, mengikuti pergerakan indeks saham di AS, namun perdagangan tetap sepi karena investor menantikan petunjuk mengenai suku bunga dari pertemuan tahunan pejabat bank sentral di Jackson Hole.Pembicaraan di jackson Hole akan terfokus pada pasar tenaga kerja dan prospek ekonomi namun pelaku pasar akan mendengarkan dengan seksama mengenai petunjuk waktu kenaikan suku bunga di AS dan bagaimana bank sentral Eropa (ECB) berencana menangani fenomena inflasi rendah.
Presiden ECB berada dibawah tekanan untuk menggunakan satu satunya senjata yang tersisa di gudang, yaitu mencetak uang untuk membeli obligasi dalam jumlah besar, untuk mengalahkan inflasi yang sangat rendah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 7.2 poin (-0.14%) ke level 5198.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 2.8 poin (-0.32%) ke level 886.8. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing bertambah 49.9 poin (0.97%) dan 6.9 poin (0.79%). Investor asing Jumat lalu membukukan Net Buy sebesar IDR71.6 miliar sehingga memperbesar total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR636 miliar.
Indeks saham di Eropa secara umum melemah setelah Ukrania mengatakan sebanyak 34 truk Rusia pengangkut bantuan kemanusiaan telah memasuki teritori negara itu tanpa izin. Ukrania menganggap tindakan ini sama dengan invasi langsung atas wilayah kedaulatannya oleh Rusia.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street turun karena investor menimbang dampak dari peningkatan ketegangan antara Rusia-Ukrania serta pidato dari Ketua Federal Reserve dan Presiden bank sentral Eropa (ECB).
Kedua pejabat bank sentra itu memberi apa yang pelaku pasar ingin dengar. Yellen mempertegas bahwa pelemahan masih terjadi di pasar tenaga kerja meskipun ekonomi AS sudah 5 tahun berada dalam masa pemulihan dan Draghi mengekspresikan keyakinan bahwa paket stimulus yang telah diumumkan dan pelemahan nilai tukar mata uang Euro akan menolong ekonomi Eropa, namun ECB siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup mixed cenderung turun pada akhir pekan kemarin, setelah adanya kabar bahwa konvoi bantuan logistik Rusia telah memasuki wilayah Ukraina. Pada simposium Jackson Hole, Janet Yellen berbicara mengenai pasar tenaga kerja AS yang dinilainya mengendur, meskipun perekonomian telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari krisis 5 tahun. Di samping itu, spekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan makin kencang. Hal ini tercermin dari menguatnya nilai tukar mata uang dollar AS terhadap sejumlah mata utang utama dunia. Sementara itu, Mario Draghi menyatakan keyakinannya bahwa program stimulus terdahulu dan lebih lemahnya nilai tukar Euro dapat semakin membantu pertumbuhan di kawasan tersebut. Dari dalam negeri, presiden terpilih Jokowi-JK akan menerapkan pajak progresif terhadap orang-orang kaya sebagai salah satu upaya untuk mencapai target APBN 2015.
Secara teknikal IHSG membentuk pola dark cloud cover yang merupakan pola negatif dengan signal penjualan dengan momentum RSI yang bergerak berbalik menjadi bearish momentum dari area overbought, Indikator Stochastik pun berindikasi dead-cross dengan pergerakan yang cenderung melemah. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali melemah dengan range pergerakan 5150-5200.
0 comments:
Post a Comment