Kenaikan indeks saham di AS yang dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik, juga mendorong indeks saham di Asia berakhir di level yang lebih tinggi.Menteri Luar Negeri Rusia, Ukrania, Jerman dan Perancis berkumpul di Berlin akhir pekan lalu untuk mendiskusikan pembicaraan gencatan senjata dan Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Senin mengatakan sejumlah kemajuan sudah dicapai dalam diskusi tersebut.
Di Timur Tengah, Israel dan Hamas setuju memperpanjang gencatan senjata selama 24 jam untuk menyusun pembicaraan mengenai gencatan senjata jangka panjang dan kesepakatan yang lebih luas.
Pasukan Irak dan Kurdi dilaporkan telah merebut kembali bendungan Mosul dari ISIS setelah AS meningkatkan serangan udaranya akhir pekan lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak naik 8.4 poin (0.16%) ke level 5165.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 ditutup datar (flat), hanya turun 0.7 poin (-0.08%) ke level 880.7. Investor asing menarik IDR448.8 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat seiring dengan membaiknya sentimen pasar di tengah redanya ketegangan geopolitik di Ukrania dan Timur Tengah serta laporan keuangan yang solid dari emiten seperti Maersk.
Prospek suku bunga di Inggris kembali menjadi sorotan setelah laju inflasi melambat menjadi 1.6% (YoY) bulan lalu dari 1.9% (YoY) di bulan Juni. Perlambatan ini menyebabkan inflasi tetap bertahan di bawah target 2% yang ditetapkan Bank Of England (BOE), sehingga mengurangi tekanan untuk menaikkan suku bunga acuan.
Indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan indeks NASDAQ kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi dalam lebih dari 14 tahun setelah data inflasi memperlihatkan pertumbuhan 0.1% di bulan Juli, sesuai ekspektasi dan memberi sinyal inflasi saat ini bukan ancaman serius. Data ekonomi lain, Housing Starts tumbuh 15.7% di bulan Juli, lebih besar dari ekspektasi.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, data Building Permits Amerika tercatat diatas estimasi, sementara Angka CPI masih sesuai estimasi. Hari ini investor masih akan menantikan publikasi FOMC Meeting Minutes, sebelum Janet Yellen berbicara pada Jackson Hole Symposium pada hari Kamis dan Jumat mendatang. Dari dalam negeri, sektor properti masih mencatatkan return tertinggi pada perdagangan di BEI terhitung dari sejak awal tahun, diikuti sektor finansial, dan infrastruktur. Sementara itu, apabila tidak ada aral melintang, revisi APBN 2015 akan segera diajukan oleh pasangan Jokowi-JK. Revisi tersebut menyangkut kenaikan harga BBM subsidi pada 2015 sebesar Rp 1.500 dan perubahan asumsi makro. Diharapkan kebijakan ini bisa menekan defisit hingga 1%.
Secara teknikal meskipun IHSG kembali menguat namun candle yang terbentuk adalah bearish candle yang berpotensi membentuk pola Bullkowski's Horn tops yang dimana pola tersebut merupakan pola negatif dengan kecenderungan bergerak pulled back pada resistance high price. Indikator stochastic bergerak bearish movement dan mempunyai momentum RSI yang terkonsolidasi pada area dekat overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak berfluktuatif cenderung akan terkoreksi dengan range pergerakan 5148-5177.
0 comments:
Post a Comment