Indeks saham di Asia bergerak mixed seiring pudarnya tingkat kepercayaan investor akibat serangkaian insiden dalam konflik di Ukrania. Investor juga mencerna data harga rumah bulan Juli di China yang mencatatkan penurunan selama 3 bulan beruntun.

Di Ukrania, pada hari Jumat Kiev mengklaim angkatan bersenjata Ukrania telah menghancurkan barisan kendaraan militer Rusia yang memasuki teritori Ukrania. Dan pada hari Minggu, Kiev mengumumkan tentaranya telah memasuki kota Lugansk, menandakan terobosan dalam konflik yang sudah berumur 4 bulan melawan separatis pro Rusia.

Dengan tibanya fase kritikal dalam konflik ini, Kiev dan negara Barat menunggu apakah Rusia akan melakukan intervensi untuk mendukung pemberontak yang semakin terjepit posisinya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 7.8 poin (0.15%) ke level 5156.8. Indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 1.5 poin (0.17%) ke level 881.4. Investor asing membukukan Net Buy IDR87.9 miliar.

Indeks saham di Eropa naik tajam karena Ukrania dan Rusia terdapat kemajuan dalam meredakan ketegangan antara Rusia dan Ukrania.

Data surplus perdagangan zona Euro membesar di bulan Juni, didorong oleh peningkatan ekspor ke China, AS dan Inggris. Namun, ekspor ke Rusia, sudah melemah sebelum Uni Eropa dan AS menjatuhkan sanksi, semakin melemah secara tahunan selama periode awal tahun hingga bulan Mei.

Indeks saham utama di Wall Street lompat, dengan indeks NASDAQ mencapai level tertinggi sejak Maret 2000 dan harga minyak mentah dunia turun ke level terendah dalam lebih dari setahun seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Perbaikan pada data pasar perumahan juga turut mengerek sentimen dan memulai minggu yang penuh dengan rilis data penting ekonomi seperti Housing Starts, CPI dan naskah pertemuan FOMC. Selain itu, ketua Federal Reserve akan memberi pidato pada simposium tahunan the Fed di Jackson Hole akhir pekan ini yang juga akan dihadiri oleh pejabat bank sentral berbagai negara.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, setelah adanya laporan bahwa perundingan Ukraina-Rusia di Berlin berjalan dengan baik. Investor kini menantikan pernyataan Janet Yellen di depan perkumpulan tahunan para bankir di Jackson Hole, pada hari Kamis. Hari ini investor masih akan menantikan data CPI dan Building Permits Amerika. Dari dalam negeri, Direksi BEI berniat merevisi target rata-rata transaksi harian tahun ini yang semula ditetapkan Rp7 triliun, karena kondisi perekonomian Indonesia yang belum mendukung sentimen positif terhadap pasar modal, antara lain potensi melebarnya defisit neraca perdagangan. Namun, sentimen positif diprediksi berlanjut hingga akhir tahun. Investor tampak cukup yakin presiden terpilih Jokowi segera melakukan reformasi struktural di bidang infrastruktur, birokrasi, mapupun sumber daya manusia. Di samping itu, dana asing terus mengalir dengan pembelian bersih saham dan mencetak rekor tertinggi hingga Rp 55,99 triliun sepanjang tahun ini.

Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi pada momentum RSI yang overbought dan pergerakan bearish pada stochastic. IHSG memiliki support moving average 7 dilevel 5132 dimana bila terjadi break out pada support ini maka IHSG akan mulai memasuki masa distribusi hingga melemah. Berdasarkan sentimen dan analisa teknikal diatas diprediksikan IHSG masih bergerak mixed cenderung kembali mencoba menguat dengan range 5113-5170.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top