Mayoritas indeks saham di Asia naik, mengabaikan berita melebarnya defisit perdagangan Jepang dan pada saat investor menanti rilis naskah pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 29-30 Juli lalu. Aset aset berisiko tinggi juga ditopang oleh meredanya ketegangan geopolitik yang berasal dari konflik di Ukrania.
Kinerja ekspor Jepang di bulan Juli tumbuh positif untuk pertama kali dalam 3 bulan, sebuah tanda bahwa permintaan luar negeri sedang membaik, namun optimisme dibatasi oleh defisit perdagangan yang secara tak terduga melebar.
Ekspor Jepang tumbuh 3.9% (YoY) di bulan Juli setelah merosot 2% (YoY) di bulan Juni. Impor tumbuh 2.3% (YoY), menyusul kenaikan 8,4% (YoY) di bulan Juni. Ini membawa defisit perdagangan melebar menjadi 964 miliar Yen dari defisit 822.2 miliar yen di bulan Juni.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 25 poin (0.48%) ke level 5190.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 5.8 poin (0.66%) ke level 886.5. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR515.5 miliar.
Mayoritas indeks saham di Eropa melemah karena investor bersikap wait and see menjelang rilis naskah pertemuan Federal Reserve bulan lalu yang dapat memberi petunjuk kapan suku bunga di AS akan dinaikkan.
Di Inggris, naskah dari pertemuan kebijakan Bank Of England (BOE) bulan ini memperlihatkan 2 anggota Monetary Policy Committee (MPC) setuju atas wacana kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street menguat setelah naskah pertemuan Federal Reserve memperlihatkan sejumlah pejabat ingin kenaikan suku bunga yang relatif cepat setelah melihat kemajuan yang telah dicapai ekonomi AS.
Namun para pejabat Federal Reserve memutuskan bahwa mereka perlu melihat bukti lebih banyak lagi sebelum memutuskan bahwa menaikkan suku bunga adalah langkah yang tepat.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup turun setelah para investor cenderung menunggu untuk menantikan pernyataan beberapa pimpinan bank sentral dunia pada simposium Jackson Hole hari ini dan besok. Sementara pasar Amerika ditutup cenderung naik setelah terdapat rencana The Fed mengakhiri stimulus pada bulan Oktober, dan menaikkan suku bunga lebih cepat, karena telah meningkatnya pemulihan pertumbuhan ekonomi. Pagi ini investor juga masih menantikan data HSBC Flash Manufacturing PMI dari China. Dari dalam negeri, Menko Perekonomian Chairul Tandjung menyatakan bahwa kenaikan harga gas elpiji 12kg diusahakan untuk terlaksana sebelum dimulainya periode pemerintahan yang baru, agar tidak menambah beban subsidi negara. Keputusan MK mengenai sengketa pilpres hari ini juga masih patut menjadi perhatian investor.
Secara teknikal IHSG kembali mencetak harga tertinggi baru dengan menggagalkan peluang terbentuknya pola horn top. Indikator stochastic terkonsolidasi dan kembali bergerak bullish namun indikator RSI telah berada pada area yang jenuh beli. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung terkoreksi dengan range pergerakan 5130-5220.
0 comments:
Post a Comment