Mayoritas indeks saham di Asia menguat akhir minggu lalu, mengikuti pergerakan indeks saham di AS menyusul komentar bersahabat dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang meredakan kekhawatiran geopolitik.

Pidato bersahabat dari Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis mengikis sebagian rasa takut, meskipun investor terus memonitor situasi di perbatasan Ukrania.

Lusinan kendaraan berat militer Rusia berkumpul di perbatasan Ukrania karena Moskow dan Kiev kesulitan mencapai kesepakatan atas prosedur untuk menyeberangi perbatasan dalam rangka penyaluran bantuan kemanusiaan.

Di Irak, Nouri al-Maliki menyerah dan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Irak dan berjanji akan mendukung penggantinya, Haider al-Abadi.

Perjanjian gencatan senjata yang baru tetap berlangsung setelah pada hari Rabu Israel dan faksi faksi Palestina sepakat memperpanjang gencatan senjata menjadi 5 hari.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 6.6 poin (-0.13%) ke level 5149. Indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 2.7 poin (-0.30%) ke level 8779.9. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing melonjak 95.2 poin (1.88%) dan 18 poin (2.09%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR1.93 triliun keluar dari pasar saham domestik, merubah Net Buy di 1 hari sebelumnya menjadi Net Sell IDR443 miliar.

Indeks saham di Eropa turun, dipimpin oleh indeks saham di Jerman, menyusul berita meningkatnya ketegangan antara Ukrania dan Rusia. Ekonomi Jerman, terbesar di Eropa, diperkirakan termasuk ke dalam salah satu yang paling rentan terhadap dampak dari konflik antara Rusia dan Ukrania.

Indeks saham utama di Wall Street berakhir mixed setelah beredarnya berita mengenai ketegangan baru antara Rusia dan Ukrania.

Rilis data ekonomi AS akhir pekan lalu mencakup Industrial Production bulan Juli (naik 0.4%), Consumer Sentiment bulan Agustus (turun ke level terendah dalam 9 bulan), Producer Price Index (PPI) bulan Juli (tumbuh 0.1%)

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup turun setelah dilaporkan adanya serangan Ukraina terhadap konvoi pasukan Rusia, sementara pasar Amerika ditutup mixed cenderung melemah, meskipun angka Producer Price Index dirilis diatas estimasi, namun sentimen geopolitik masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar. Awal pekan ini, investor masih akan menantikan data CPI Amerika besok dan FOMC Meeting Minutes pada hari Rabu (20/8). Dari dalam negeri, pemerintahan baru dihadapkan pada besarnya subsidi BBM pada APBN 2015. Sementara itu, Jokowi siap menaikkan harga BBM bersubsidi tahun depan agar sebagian dananya bisa dialihkan ke infrastruktur. Namun, Pemerintahan SBY tidak menyetujui hal tersebut dan justru memasang budget subsidi energi lebih tinggi pada tahun 2015. Jadi, pemerintahan baru harus segera merancang APBN Perubahan 2015 bayangan mulai tahun ini.

Sedangkan secara teknikal, mengkonfirmasi pola bearish harami yang terbentuk pada hari kamis lalu dan bergerak dengan kecenderungan bearish. Indikator Stochastic memberikan signal negatif yaitu dead-cross dengan Momentum RSI berpeluang reversal menjadi bearish momentum di area overbought. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak memantul upper bollinger band dan menuju lower bollinger band dengan range pergerakan pada kisaran 5113-5170.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top