Indeks saham di Asia menguat setelah gelombang pelemahan data ekonomi memberi keyakinan pada investor bahwa keran stimulus dari bank sentral besar di dunia akan segera di buka, sehingga menekan imbal hasil obligasi di seluruh dunia.Kontraksi ekonomi di Jepang, anjloknya angka penyaluran kredit di China, komentar yang tidak biasanya dari Bank Of England (BOE) serta pelemahan data Penjualan Ritel AS, jika digabung semua, akan menciptakan prospek pengetatan kebijakan moneter yang sangat kecil.
Investor mencurigai aksi lanjutan akan diambil oleh bank sentral Eropa (ECB) setelah data memperlihatkan ekonomi Jerman menyusut 0.2% di Kuartal II sementara ekonomi Perancis tidak tumbuh sama sekali selama 2 kuartal beruntun.
Bahkan, imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Jerman bertenor 2 tahun sejak Senin lalu sudah negatif, artinya investor justru membayar Pemerintah Jerman untuk mengambil pinjaman dari mereka.
Bank Of Korea kemarin memangkas suku bunga acuan menjadi 2.25%, terendah sejak November 2010 menyusul Menteri Keuangan yang baru Choi-Kyung-hwan bulan lalu meluncurkan serangkaian paket stimulus untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 12.7 poin (-0.25%) ke level 5155.5. Indeks saham Blue Chip LQ-45 terkikis 3.8 poin (-0.42%) ke level 882.6. Namun, investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR247.5 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya di depan parlemen Crimea mengatakan Rusia akan melakukan semua hal untuk mengakhiri konflik di Ukrania sehingga tidak ada lagi pertumpahan darah.
Indeks saham utama di Wall Street menguat ditengah pelemahan data ekonomi di seluruh dunia dan setelah pidato Presiden Rusia Vladimir Putin yang meredakan kekhawatiran atas ketegangan geopolitik.
Investor mengabaikan lonjakan pada data jumlah orang yang untuk pertama kalinya mengajukan kliam tunjangan pengangguran (Initial Jobless Cliams) serta berakhirnya musim laporan keuangan di AS.
IHSG diperkirakan bergerak mix cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesediaannya untuk mengakhiri konflik. Preliminary GDP Perancis dan Jerman tercatat dibawah estimasi, sementara hari ini investor masih akan menantikan data PPI dan Consumer Sentiment Amerika. Dari dalam negeri, defisit neraca perdagangan kuartal II 2014 mencapai $9,1 milyar, atau setara 4,27% dari GDP. Sementara dalam waktu dekat ini Blue Bird dan Toko Buku Karisma dilaporkan akan segera melantai di BEI.
Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish harami dan terlihat pulled back pada upper bollinger bands dengan Indikator Stochastic yang berindikasi dead-cross dengan momentum RSI yang bergerak menjenuh diarea overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali tertahan terkoreksi pada range 5113-5170.
0 comments:
Post a Comment