Indeks saham di Asia menguat seiring dengan sedikit meredanya ketegangan di Ukrania. Pelemahan nilai tukar mata uang yen dan rilis data inflasi China akhir pekan lalu juga mengangkat sentimen pasar.Namun investor tetap khawatir dengan ketegangan yang masih berlangsung di tempat lain seperti Irak, yang ditandai oleh bertambahnya korban jiwa dan serang udara oleh militer AS.
Presiden AS Barack Obama mengatakan hari sabtu lalu serangan udara AS telah menghancurkan persenjataan milik ISIS yang akan dipergunakan melawan gerilyawan suku Kurdi, namun memperingatkan tidak ada cara yang instan untuk memperbaiki kondisi di Irak.
Di jalur Gaza, Israel dan Palestina sepakat pada hari Minggu atas usulan Mesir untuk memulai genjatan senjata baru selama 72 jam.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 59.5 poin (1.18%) ke level 5113.2. Indeks saham Blue Chip LQ-45 menguat 13.5 poin (1.57%) ke level 875.4. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR409.6 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat seiring indikasi dari Rusia bahwa pihaknya akan bekerjasama untuk meredakan ketegangan di Ukrania.
Investor diyakinkan oleh sinyal bahwa Moskow tidak akan mengirim pasukan ke Ukrania, yang bersiap merebut kembali kota Donetsk. Militer Ukrania telah melakukan gerak maju yang significant dalam memecah konsentrasi pasukan pemberontak pro Rusia.
Perhitungan awal memperlihatkan ekonomi Rusia tumbuh 0.8% (YoY) di Kuartal II 2014, turun dari 0.9% (YoY) di kuartal sebelumnya.
Indeks saham utama di Wall Street menguat di dorong oleh rally saham berkapitalisasi pasar kecil (small cap) karena investor mencari tanda meredanya ketegangan geopolitik.
Situasi di Irak yang tetap cair, dengan serangan udara AS memperlambaat gerak maju kelompok militan ISIS. Namun kerusuhan pecah di Baghdad menyusul pengangkatan Perdana Menteri baru. Sementara itu Rusia menngumumkan sedang berkordinasi dengan palang Merah Internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di Ukrania timur.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, setelah meredanya kekacauan di sejumlah negara yang berkonflik. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Palang Merah Internasional untuk mengirim bantuan ke Ukraina. Sementara Presiden AS Barack Obama mengklaim telah menghancurkan beberapa fasilitas persenjataan pemberontak Irak-Syria melalui serangan udara. Pernyataan dari Vice Chairman The Fed bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika masih mengecewakan, juga telah membawa opyimisme bagi investor bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dari dalam negeri, akhir masa pemerintahan Presiden SBY berencana memberi tax holiday untuk mendorong investasi agribisnis di kawasan timur Indonesia. Namun, hal ini diprediksi baru akan terlihat hasilnya enam bulan ke depan dan masih banyak kendala investasi seperti infrastruktur, dll. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 3Q14 diprediksi akan membaik dibandingkan 1Q14 dan 2Q14. Indikatornya yaitu membaiknya indeks kepercayaan konsumen pada Juli 2014.
Secara teknikal IHSG golden-cross dengan MA7 dan break out resistance. IHSG sedang menguji resistance bearish trend jangka menengah yang dimana bila resistance tersebut berhasil dipatahkan IHSG kuat bergerak menuju level 5150. Indikator Stochastic terjadi golden-cross dilevel oversold dengan Indikator RSI memberikan signal bullish momentum yang terbatas pada osilator dekat overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali menguat terbatas dengan range pergerakan 5090-5150.
0 comments:
Post a Comment