Mengikuti pergerakan indeks saham di Eropa dan Wall Street, mayoritas indeks saham di Asia menguat tipis karena investor tampak mengesampingkan kekhawatiran geopolitik, paling tidak untuk sementara waktu. Investor tetap bersikap waspada menjelang rilis sejumlah data penting ekonomi India (Inflasi dan Industrial Output) Selasa malam dan China (Urban Investment, Industrial Output, Retail Sales) hari ini.
Dari Jepang, Bank Of Japan (BOJ) melaporkan data Wholesale Price bulan Juli tumbuh 4.3% (YoY) setelah tumbuh 4.6% (YoY) di bulan Juni.
Ekonomi Singapura secara tak terduga tumbuh 0.1% di Q2 2014 dari kuartal sebelumnya dan lebih baik dari ekspektasi kontraksi 0,1% dan estimasi Pemerintah Singapura sendiri (-0.8%). Hal ini di dorong oleh kinerja solid sektor finansial dan asuransi.
Secara tahunan, ekonomi tumbuh 2.4%, sejalan dengan ekspektasi dan lebih baik dari estimasi awal Pemerintah Singapura, 2.1%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 19.2 poin (0.37%) ke level 5132.4. Indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 3 poin (0.34%) ke level 878.4. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR425.9 miliar.
Indeks saham di Eropa bergerak turun karena investor mempertimbangkan data ekonomi Jerman, rilis laporan keuangan dan ketegangan geopolitik di Ukrania, Irak dan jalur Gaza.
Data ZEW Economic Expectation Jerman untuk bulan Agustus turun ke level 8.6 dari level 27.1 di bulan Juli.
Indeks saham utama di Wall Street turun tipis karena investor masih merasa khawatir di tengah ketegangan antara Ukrania dan Rusia serta ketakutan mengenai konflik antar kelompok di Timur Tengah.
Rusia telah mengirimkan konvoi 289 truck berisi bantuan kemanusiaan untuk Ukrania yang menolak dan akan memblokir pengiriman itu, NATO curiga bantuan ini sebagai samaran untuk menginvasi Ukrania menyusul aneksasi wilayah Crimea bulan Maret lalu.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun kemarin. Sentimen geopolitik masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar, dimana Ukraina dilaporkan menolak langkah Rusia mengirim bantuan logistik ke wilayahnya karena dikhawatirkan membawa misi terselubung. Angka Economic Sentiment Uni Eropa tercatat menurun dibawah estimasi. Hari ini investor masih akan menantikan data Industrial Production China serta Retail Sales dari Amerika dan China. Dari dalam negeri, OJK berencana menurunkan gearing ratio, atau rasio jumlah pinjaman dibanding modal sendiri, bagi perusahaan multifinance. Sementara itu, BI rate diprediksi akan dipertahankan di level 7,5%, karena kondisi eksternal maupun internal masih belum stabil.
IHSG kembali gap up dan membentuk pola spinning top setelah break out resistance bearish trend hal ini merupakan signal cukup negatif meskipun bila dilihat dari Indikator modern seperti Stochastic dan RSI. IHSG masih mempunyai peluang penguatan meskipun terbatas. Bila dilihat dari folatilitas pergerakan IHSG telah mencapai area upper bollinger bands. Sehingga diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung terkoreksi menutup gap dengan range pergerakan 5090-5155.
0 comments:
Post a Comment