Mengikuti pergerakan indeks saham di wall Street, indeks saham di Asia turun, di picu kekhawatiran bahwa ketegangan antara Ukrania dan Rusia dapat berubah menjadi sebuah konflik militer.

Menteri Luar Negeri Polandia mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia mengumpulkan beberapa batalion (sekitar 20,000 pasukan) di perbatasan dengan Ukrania dengan maksud untuk memberi tekanan pada Ukrania atau untuk menginvasi negara itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak memperlihatkan tanda tanda melunak terhadap Ukrania sejak AS dan Uni Eropa memperketat sanksi minggu lalu. Justru Rusia melakukan pengerahan kekuatan militer terbesar sejak bulan Mei sebagai respon dari pengetatan sanksi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1% atau 50.9 poin ke level 5058.2. Indeks saham Blue Chip LQ-45 jatuh 11.6 poin (-1.33%) ke level 863.9. Investor asing menarik IDR1,20 triliun keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa turun dengan kembalinya Italia ke dalam jurang resesi menambah kekhawatiran pasar yang selama ini di dominasi oleh ketegangan antara Rusia, Ukrania dan negara negara Barat.

Selain itu investor juga kecewa terhadap data Factory Orders bulan Juni Jerman yang anjlok 3.2% menyusul penurunan 1.6% di bulan Mei.

Presiden Rusia dilaporkan memperkuat perlawanannya terhadap sanksi ekonomi yang dijatuhkan negara Barat dengan mengeluarkan dekrit pembatasan impor hasil pertanian dan mewacanakan pelarangan terbang di atas wilayah udara Rusia bagi pesawat milik maskapai penerbangan negara negara Eropa.

Indeks saham utama di Wall Street menguat tipis karena investor tetap bersikap waspada pasca meningkatnya risiko geopolitik serta data ekonomi Eropa yang mengecewakan.

Pudarnya risk appettite mendongkrak harga aset safe haven, dengan lompatnya harga emas 1.8% menembus $1,300 per ons bersamaan dengan rally harga Surat Utang Pemerintah Jerman dan AS.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup turun, sedangkan pasar Amerika bergerak cenderung sideways kemarin. Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam untuk membalas sanksi Barat terhadap negara dengan melarang penerbangan Uni Eropa pada wilayahnya. Kecemasan akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat juga masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar global kemarin. GDP Italia dan Factory Orders German menunjukkan angka yang dibawah estimasi. Italia kembali mengalami resesi setelah perekonomian berkontraksi 0,2% pada 2Q14, menyusul kontraksi 0,1% pada triwulan sebelumnya. Hari ini investor masih akan menantikan pernyataan ECB dan data Unemployment Claims Amerika. Dari dalam negeri, Menkeu Chatib Basri menyatakan sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan 5,5% tahun ini, angka inflasi juga diprediksi 5% - 5,3%, menurut Bappenas dan Depkeu.

Bila dilihat dari teknikal IHSG break out support MA7 dilevel 5092 dan mengalami gap down dengan Indikator stochastic yang terkonsolidasi negatif diiringi momentum RSI yang bearish dari area overbought memberikan signal pergerakan negatif IHSG masih berlanjut. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range 5000 - 5075.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top