Rasa takut atas penurunan indeks saham di Wall Street yang lebih dalam memaksa indeks saham di Asia bersikap defensif dan berakhir beragam (mixed), dengan kekhawatiran terhadap isu geopolitik membayangi data ekonomi AS yang melawan argumen bahwa Federal Reserve akan segera memulai siklus kebijakan uang ketat.

Peristiwa gagal bayar (default) Argentina minggu lalu juga menambah kesuraman, meskipun sejauh ini belum memberi pengaruh negatif kepada pasar negara berkembang (emerging markets) lain.

Namun kabar bahwa bank sentral Portugal akan membelanjakan $6.6 juta untuk menyelamatkan Banco Espirito Santo (BES) yang sedang bermasalah dan membagi BES menjadi 2 bank (bank sehat dan bank sakit) juga menolong memperbaiki sentimen di Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat 30.4 poin (0.60%) ke level 5119.2. Indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 9.8 poin (1.13%) ke level 878.1. Investor asing membukukan Net Buy IDR901.3 miliar.

Indeks saham di Eropa ditutup beragam (mixed) dengan kecenderungan melemah karena investor bereaksi atas sejumlah rilis laporan keuangan emiten dan dana talangan dari Pemerintah Portugal untuk menyelamatkan Banco Espirito Santo (BES).

Dari sisi ekonomi, data Producer Price Index (PPI) zona Euro memperlihatkan peningkatan untuk pertama kali tahun ini. Harga bahan energi menjadi catalyst kenaikan PPI.

Indeks saham utama di Wall Street rally dan meraih kembali apa yang hilang pada aksi jual minggu lalu, seiring dengan keluarnya laporan keuangan dari emiten seperti Berkshire Hathaway. Namun investor tetap waspada terhadap waktu (timing) dari kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Harga kontrak berjangka minyak mentah untuk bulan September naik 41 sen menjadi $98.29 per barel sementara harga emas turun, dengan harga  kontrak berjangka bulan Desember turun $5.90 menjadi $1,288 per ons.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika ditutup naik sementara pasar Eropa ditutup mixed kemarin. Laporan keuangan yang positif dari beberapa emiten Amerika termasuk Facebook dan Berkshire Hathaway menjadi faktor pendorong optimisme investor. Hari ini investor masih akan menantikan data ISM Non-Manufacturing PMI Amerika. Dari dalam negeri, survei Reuters memperkirakan pertumbuhan GDP Indonesia akan mencapai kisaran 5,2% - 5,3% y-o-y. Defisit neraca perdagangan diperkirakan masih akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan di semester II ini. Sementara itu, rencana pembatasan BBM bagi mobil pribadi dan kembalinya dibuka ekspor mineral mentah olahan bagi perusahaan yang berkomitmen membangun smelter diharapkan bisa menekan defisit neraca perdagangan.

Secara teknikal IHSG membentuk pola bullish engulfing setelah sempat bergerak bearish trend jangka pendek sehingga berpeluang menguat terbatas. Indikator stochastic terkonsolidasi dan crossing %k dengan %d di area moderate dengan RSI yang bullish momentum membuka peluang besar kenaikan yang berlanjut meskipun terbatas. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 5092-5170.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top