Sebelum libur panjang Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 9.8 poin (-0.19%) ke level 5088.8. Indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 4.4 poin (-0.50%) ke level 868.3. Selama 7 bulan pertama tahun 2014 (Year-To-Date), IHSG sudah tumbuh 19.06% sementara LQ-45 melonjak 22.10%. Investor asing Jumat 25 Juli 2014 membukukan Net Buy IDR194 miliar, memperbesar total Net Buy asing menjadi IDR1,06 triliun.Indeks saham di Eropa turun karena investor mencermati serangkaian rilis laporan keuangan emiten dan menghindari sektor yang sensitif terhadap risiko, seperti pertambangan, meskipun pelemahan data pasar tenaga kerja AS mengikis kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga yang akan datang di AS.
Data Non-Farm Payrolls AS memperlihatkan penambahan 209,000 lapangan kerja di bulan Juli, lebih sedikit dari estimasi dan Tingkat Pengangguran naik menjadi 6.2%.
Berbagai data Purchasing Managers’ Index (PMI) negara zona Euro memberi indikasi aktifitas sektor manufaktur di zona Euro kembali melemah di bulan Juli. Perhitungan akhir data PMI zona Euro berada di level 51.8, tidak berubah dari bulan sebelumnya namun lebih rendah dari perhitungan awal 51.9.
Indeks saham utama di Wall Street turun, dengan indeks S&P 500 mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak Juni 2012 karena momentum dari aksi jual pada hari Kamis masih terus berlangsung.
Presiden Federal Reserve Bank San Francisco Richard Fischer Jumat lalu mengatakan yakin bahwa koleganya di Federal Open Market Committee (FOMC) lambat alun akan setuju dengan pendapatnya bahwa suku bunga dapat mulai dinaikkan awal tahun depan jika data ekonomi terus memperlihatkan perbaikan.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun pada akhir pekan kemarin. Kabar negatif pekan lalu datang dari Argentina yang mengalami default atas obligasinya. Investor global juga sedang mengkhawatirkan kenaikan suku bunga FOMC dalam waktu dekat. Data Non Farm Payroll Amerika tercatat di bawah estimasi dan Unemployment Rate meningkat menjadi 6,2% dari 6,1%. Dari dalam negeri, data inflasi yang akan dirilis hari ini patut menjadi perhatian investor. Kenaikan harga beberapa bahan pangan dan ongkos transportasi dapat menjadi faktor utama kenaikan inflasi pada bulan Juli.
Sedangkan secara teknikal, IHSG terkonsolidasi negatif dengan indikator Stochastic bergerak bearish pada area dekat overbought meskipun momentum IHSG masih bergerak flat dari RSI. IHSG sejauh ini masih terlihat aman dan terus tertahan pada support MA7. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 5090-5127.
0 comments:
Post a Comment