Indeks saham di Asia berakhir mixed karena sejumlah pasar lebih fokus pada musim laporan keuangan di berbagai negara sementara pasar saham lainnya lebih sensitif pada ketegangan geopolitik.

Kekerasan masih terus berlangsung di jalur Gaza namun muncul harapan ketegangan di Ukrania akan mereda setelah kelompok pemberontak pro Rusia menyerahkan rekaman kotak hitam dan mayat korban kecelakaan pesawat milik Malaysia Airlines kepada otoritas internasional.

Gagal kembali menembus level psikologis 5100, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) puas dengan naik tipis 9.7 poin (0.19%) ke level 5093.2. Indeks saham Blue Chip LQ-45 justru melemah tipis 0.4 poin (-0.05%) ke level 873.3. Investor asing mengucurkan dana IDR509.8 miliar ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat di tengah derasnya rilis laporan keuangan emiten dan gejolak di Ukrania serta jalur Gaza.

Uni Eropa (UE) gagal mengumumkan sanksi tegas terhadap Rusia pada awal reaksi dari penembakan hingga jatuh pesawat sipil di wilayah udara bagian timur Ukrania. Namun UE mengumumkan akan memperluas daftar individu dan perusahaan yang ditargetkan menjadi sasaran pembekuan aset dan larangan visa.

Mayoritas indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi untuk ke 26 kalinya tahun ini karena investor mencerna laporan keuangan dari emiten seperti Boeing, Facebook, Pepsico, Microsoft dan Apple seiring dengan tidak adanya rilis data ekonomi.

Investor tampak mengabaikan berita bahwa 2 pesawat tempur Ukrania ditembak jatuh dekat lokasi dimana pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines Flight MH17 jatuh serta masih berlanjutnya serangan darat Israel di jalur Gaza.

Imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS (US Treasury) turun menjadi 2.46% karena investor memburu aset yang dianggap aman ditengah ketegangan geopolitik di Ukrania dan jalur Gaza. Selain itu, data inflasi AS yang keluar hari Selasa lalu juga mengikis kekhawatiran investor atas tekanan kenaikan harga.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Sentimen global maupun regional cenderung positif. Dari luar negeri, Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, setelah membaiknya laporan keuangan beberapa emiten. Kini investor sedang menantikan data HSBC Flash Manufacturing PMI China. Namun, perkembangan seputar geopolitik juga patut diperhatikan, dimana kemarin dilaporkan bahwa pemberontak Pro-Rusia berhasil menembak jatuh pesawat temput Ukraina, di dekat lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines. Sementara itu, The Fed mengisyaratkan suku bunga rendah akan tetap dipertahankan hingga 2015. Sedangkan dari dalam negeri, terpilihnya pasangan Jokowi-JK diyakini akan membawa sentimen yang positif bagi IHSG dan diprediksi market akan bullish hingga 2015. Namun, tugas besar menanti mereka seperti defisit neraca perdagangan, infrastruktur, subsidi BBM dan korupsi. Diharapkan program revolusi mental mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sedangkan secara teknikal, meskipun hari ini IHSG terlihat rebound namun dari indikator Stochastic pergerakan yang terbentuk cukup bearish signal dimana %K dan %D mengalami dead-cross di area dekat overbought disertai momentum RSI yang cenderung terkonsolidasi dan berpotensi dead-cross dengan rata - rata momentum selama 15 harinya. Tingkat fluktuasi IHSG terlah berada pada area upper bollinger bands sehingga diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 5055-5140.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top