Indeks saham di Asia berakhir beragam (mixed) menyusul rilis tarnskrip pertemuan terakhir Frederal Reserve dan data perdagangan China yang tidak sesuai ekspektasi dan memberi indikasi permintaan luar negeri masih lemah dan pemulihan ekonomi domestik masih rentan.

Ekspor China tumbuh 7.2% (YoY), lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 10.6% dan setelah tumbuh 7% (YoY) di bulan Mei. Impor meningkat 5.5% (YoY), berbalik dari kontraksi 1.6% (YoY) di bulan Mei. Hasilnya, neraca perdagangan menjadi surplus $31.6 miliar, dibanding surplus $35.82 miliar di bulan Mei.

Sementara itu, transkrip dari pertemuan  Federal Reserve bulan Juni lalu menggambarkan kemungkinan berakhirnya kebijakan Quantitaive easing pada bulan Oktober.

Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) meroket 73.3 poin (1.46%) ke level 5098 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 melonjak 16.2 poin (1.89%) ke level 875.7. Investor asing mencatatkan Net Buy fantastis IDR4.2 triliun.

Indeks saham di Eropa turun, dengan gejolak perbankan di Portugal mengirim sektor finansial di Eropa merosot dan seiring dengan data Industrial Production Perancis dan Italia yang mengecewakan sehingga memicu kekhawatiran atas pertumbuhan di zona Euro.

Industrial Production Perancis secara tak terduga turun 1.7% di bulan Mei dari bulan sebelumnya karena rebound pada produksi energi diimbangi oleh penurunan terbesar dalam 18 bulan di sektor manufaktur. Industrial Production Italia juga keluar mengecewakan dengan turun 1.2% di bulan Mei, menandakan penurunan terbesar sejak November 2012.

Indeks saham utama di Wall Street turun karena keputusan oleh salah satu bank terbesar di Portugal, Espirito Santo Financila Group, untuk menunda pembayaran utangnya telah mengingatkan kemblai investor akan rapuhnya sistem perbankan Eropa.

Sementara itu, data perekonomian AS terus memperlihatkan perbaikan. Jumlah orang yang untuk pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) turun ke level terendah dalam 7 tahun.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini. Masih dibayangi oleh euforia kemenangan pasangan Jokowi-JK menurut hasil quick count mayoritas lembaga survei, namun klaim kemenangan dari kedua capres peserta Pemilu kini berpotensi membuat investor kembali menunggu hasil akhir dari real count KPU pada 22 Juli mendatang. Sentimen pasar diperkirakan masih akan dipengaruhi seputar perkembangan politik. BI dan INDEF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II ini akan melambat disebabkan oleh melemahnya konsumsi rumah tangga. Sementara itu, bursa Eropa dan Amerika ditutup turun setelah merebaknya kekhawatiran akan krisis yang melanda industri keuangan Portugal. Meskipun Unemployment Claims Amerika menunjukkan angka dibawah estimasi, namun rendahnya angka Industrial Production Italia dan Perancis, serta Trade Balance China telah membawa sentimen negatif bagi pasar global semalam.

Secara teknikal IHSG mengamai gap up namun tidak mampu bertahan pada bullish candle hingga membentuk bearish candle. Bearish candle IHSG berpotensi membentuk pola spinning top dan dikonfirmasi dengan evening star bila pada perdagangan besok akan mengalami koreksi. Indikator Stochastic pun terus bergerak terkonsolidasi pada Momentum RSI yang terlah memasuki osilator overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak cenderung mixed melemah terbatas mencoba menutup gap yang telah terbentuk dengan range 5045-5100.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top