Indeks saham di Asia memperpanjang penurunan menjadi tiga hari beruntun menyusul aksi jual di Wall Street dan data dari China yang memeperlihatkan kenaikan Indeks Harga Konsumen semakin cepat di bulan Juni sementara Indeks Harga produsen masih mengalami deflasi.Secara tahunan, Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) tumbuh 2.3% (YoY), lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 2.4% dan inflasi bulan Mei yang sebesar 2.5%.
Sementara itu, Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) secara tahunan turun 1.1%, lebihb tinggi dari ekspektasi penurunan 1% namun lebih rendah dari penurunan 1.4% pada bulan sebelumnya
Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) naik 35.7 poin (0.72%) ke level 5024.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 melonjak 10.3 poin (1.22%) ke level 859.4. Investor asing mencatatkan Net Buy fantastis IDR1,57 triliun.
Indeks saham di Eropa berakhir datar (flat) menjelang rilis transkrip pertemuan Federal Reserve, meskipunn indeks saham di Portugal anjlok 2.3% akibat kekhawatiran atas kondisi kesehatan keuangan salah satu konglomerat finansial.
Indeks saham utama di Wall Street menguat setelah transkrip pertemuan FOMC memperlihatkan pemangku kebijakan memutuskan untuk mengakhiri program pembelian obligasi (Quantitative easing) pada bulan Oktober nanti jika ekonomi tetap berada di jalur yang benar.
IHSG diprediksi akan mengalami euforia dan bergerak menguat pada perdagangan hari ini, menyusul hasil quick count sebagian besar lembaga survei menyatakan bahwa pasangan capres-cawapres Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta. Investor diprediksi akan menyambut positif hal ini. Dari luar negeri, pasar Eropa ditutup flat setelah salah satu grup usaha jasa keuangan terbesar di Portugal dilaporkan mengalami gangguan dalam kesehatan keuangannya. Sementara pasar Amerika ditutup naik setelah publikasi FOMC Meeting Minutes di mana para penentu kebijakan moneter menganggap bahwa perekonomian dan pasar tenaga kerja telah bertumbuh. Hal ini juga menjadi dasar untuk mulai memberhentikan stimulus (QE). Pada hari sebelumnya, CPI China tercatat di bawah estimasi. Data Trade Balance China dan Unemployment Claims Amerika hari ini masih patut menjadi perhatian investor.
IHSG berhasil kembali menguat break out resistance dan bertengger kuat diatas 5010. Namun IHSG berbentuk pola cukup negatif yaitu shooting star dengan Indikator Stochastic yang bergerak terkonsolidasi diarea overbought diiringi momentum RSI yang juga bergerak terkonsolidasi mendekati osilator overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 5000-5080.
0 comments:
Post a Comment