Bergerak datar sepanjang sesi perdagangan, indeks saham di Asia ditutup melemah dengan investor sekarang mengalihkan fokus pada musim laporan keuangan Kuartal II di AS maupun di Asia.Perdagangan juga berlangsung hati-hati setelah ketua IMF Christine Lagarde akhir pekan lalu memperingatkan bahwa laju pertumbuhan global mungkin akan lebih lambat di Semester II 2014 akibat dari pelemahan investasi. Lagarde juga meyakini tidak terjadinya pelemahan yang riba riba (harf landing) pada ekonomi China.
Investor sekarang menimbang apakah kenaikan harga saham, terutama di AS, dapat dibenarkan secara fundamental (laporan keuangan Kuartal II) dengan produsen aluminium Alcoa memulai musim laporan keuangan (earnings season) AS pada hari Selasa.
IHSG terbang 83.2 poin (1.70%) ke level 4989 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 19.8 poin (2.39%) ke level 849.1. Investor asig melakukan Net Buy IDR760.6 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah setelah data Industrial Production Jerman mengalami pemurunan yang dalam sehingga memicu kekhawatiran bahwa ekonomi Eropa mulai kehabisan tenaga.
Data Industrial Production Jerman turun 1.8% di bulan Mei, terburuk sejak April 2012, tertekan oleh kelesuam di sekotr maufaktur dan konstruksi.
Indeks saham utama di Wall Street turun karena investor menantikan tibanya musim laporan keuangan (earnings season) di AS dan menimbang apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan lebij cepat dari perkiraan pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Masih didorong oleh optimisme pasar akan Pemilu. Namun, kami berpendapat agar investor lebih berhati-hati karena ada potensi pembalikan arah. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun kemarin. Investor kini menantikan laporan keuangan emiten kuartal II, serta ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat. Sementara itu, pasar Eropa merespon negatif turunnya data Industrial Production Jerman. Data CPI China hari ini masih patut menjadi perhatian investor. Dari dalam negeri, IHSG dan Rupiah menguat kemarin setelah sentimen positif datang dari ekspektasi positif penyelenggaraan Pemilu. Cadangan devisa bulan Juni mengalami kenaikan menjadi $107,7 milyar dari sebelumnya $107 milyar. Namun, naiknya konsumsi bbm menjelang musim mudik lebaran dikhawatirkan juga dapat menambah beban impor minyak.
Secara teknikal IHSG break out resistance dan bergerak bullish mendekati level 5000 dengan Indikator Stochastic yang telah terkonsolidasi di area overbought dan Momentum RSI yang masih berpeluang bergerak bullish meskipun terbatas dengan momentum yang mulai mendekati area jenuh beli. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4925-5010.
0 comments:
Post a Comment