Indeks saham di Asia bergerak karena investor menanti rilis data Non-Farm Payrolls AS untuk melihat apakah ekonomi AS mendapat momentum.

Pada hari Rabu, ekspektasi meningkat setelah data ADP Employment Report bulan Juni memperlihatkan perekrutan pegawai di sektor Swasta mencapai level tertinggi dalam 1.5 tahun.

Kenaikan data ADP ini meningkatkan ekspektasi bahwa data Non-Farm Payrolls bulan Juni AS akan memperlihatkan ekonomi AS semakin menggeliat setelah sempat lesu di awal tahun.

Investor juga akan memperhatikan pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis malam, meskipun pelaku pasar tidak meyakini ECB akan melakukan sesuatu yang drastis pasca pelonggaran kebijakan bulan lalu.

IHSG kehilangan 19.5 poin (-0.40%) ke level 4888.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 5.3 poin (-0.64%) ke level 825.8. Investor asing menarik IDR206.9 miliar keluar dari pasat saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat setelah ECB mempertahankan suku bungan acuan di 0.15% dan data Non-Farm Payrolls AS keluar lebih baik dari ekspektasi.

Dari Eropa sendiri, data Composite PMI zona Euro turun ke level 52.8 dari 53.5 di bulan Mei. Data Penjualan Ritel bulan Mei zona Euro tumbuh 0.7% (YoY) namun flat secara bulanan.

Indeks saham utama di Wall Street naik, mendorong indeks DJIA menembus level psikologis 17,000 setelah data Non-Farm Payrolls menunjukkan ekonomi AS menciptakan 288,000 kesempatan kerja di bulan Juni dan Tingkat Pengangguran turun menjadi 6.1%.

Meskipun investor menyambut baik data Non-Farm Payrolls, namun melihat lambatnya pertumbuhan upah pekerja, lalu menyimpulkan bahwa Federal Reserve tidak akan mempercepat berakhirnya kebijakan moneter yang super longgar.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin, setelah ECB mempertahankan suku bunga dan data ketenagakerjaan Amerika mencatatkan hasil yang baik. Dipertahankannya program stimulus dan suku bunga rendah kawasan Uni Eropa adalah dalam rangka menaikkan potensi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut tahun ini, sementara tingkat pengangguran Amerika yang turun menjadi 6,1% dari sebelumnya 6,3% juga semakin menunjukkan adanya pemulihan kondisi ekonomi negeri Paman Sam tersebut. Dari dalam negeri, Presiden SBY kemarin telah memimpin rapat koordinasi Polhukam untuk menjamin keamanan Pemilu. Defisit neraca berjalan kuartal II yang dinilai masih lebar telah membuat prospek mata uang Rupiah kembali berpotensi melemah, apabila tidak ada perbaikan dari kinerja ekspor dan penurunan impor.

Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish harami dan terlihat tidak mampu bertahan diatas resistance pisikologis serta Moving average 50 hari dilevel 4900. Indikator Stochastic memberikan signal cukup negatif dengan berpotensinya pergerakan dead-cross dari %K dan %D diarea overbought dengan Momentun RSI yang masih cenderung mendatar di osilator tengah. IHSG telah mencapai dan pull back batasan atas dari bollinger bands / Upper bands yang merupakan signal cukup negatif. Diprediksikan IHSG akan begerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4873-4910.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top