Indeks saham di Asia bergerak mixed karena investor bereaksi atas data manufaktir China dan berharap kebijakan moneter AS akan tetap longgar unutk waktu yang lebih lama.
Data resmi Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Juni China berada di level 51, tertinggi dalam 6 bulan, sejalan dengan ekspektasi. Sementara itu, perhitungan akhir data PMI China versi HSBC juga naik ke level 50.7, lebih rendah dari perhitungan awal 50.8 namun lebih tinggi dari angka pada bulan Mei yang sebesar 49.4.
Kedua data ini menunjukkan peningkatan aktifitas dan memperkuat sinyal stabilitas dalam ekonomi China.
Seperti yang sudah di duga, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2.5% dan mengatakan kestabilan suku bunga pada masa sekarang adalah langkah yang paling aman untuk di ambil.
IHSG merangkak naik 6.2 poin (0.13%) ke level 4884.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 2.1 poin (0.25%) ke level 824.7. Investor asing membukukan Net Buy IDR530 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat karena investor menyambut baik data ekonomi China dan AS serta pembayaran denda $8.8 miliar oleh bank asal Perancis BNP Paribas kepada Pemerintah AS.
Aktifitas di sektor manufaktur zona Euro melamabat di bulan Juni, tanda bahwa setelah lebih dari setahun kembali ke jalur pertumbuhan, pemulihan ekonomi masih lemah dan tidak seimbang. Data Manufacturing PMI zona Euro turun ke level 51.8 dari level 52.2 di bulan Mei.
Mengawali Semester II 2014, indeks saham utama di Wall Street lompat di dorong oleh ekspansi pada data manufaktur AS dan data penualan mobil di AS yang lebih baik dari ekspektasi.
Data ISM Manufacturing Index berada di level 55.3 di bulan Juni, sedikit di bawah angka untuk bulan Mei, 55.4. Penjualan mobil dan truk ringan di AS selama bulan Juni mencapai 16.98 juta, tertinggi sejak Januari 2006 dan lebih tinggi dari penjualan 16.77 juta yang tercatat pada bulan Mei.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini, menyusul dirilisnya sejumlah data positif dari dalam negeri maupun luar negeri. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin setelah Indeks Manufaktur di sejumlah negara seperti China, Amerika, Inggris, dan Uni Eropa mencatatkan angka yang tidak jauh dari perkiraan. Dari dalam negeri, sektor finansial dan properti mencatatkan return di atas IHSG pada semester I tahun ini. Neraca Perdagangan bulan Mei mencatatkan surplus $70 juta, sementara inflasi pada bulan Juni tercatat 0,43%. Namun, kenaikan tarif listrik yang mulai berlaku bulan ini dikhawatirkan dapat menambah inflasi. Data Non-farm Payroll versi ADP dan pidato Janet Yellen hari ini masih perlu menjadi perhatian investor.
Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi trend positif setelah berhasil break out resistance bearish trend dan akan menguji resistance Moving Average 50 Hari dilevel 4900. Indikator Stochastic masih bergerak bullish movement dengan momentum RSI yang masih cenderung bergerak konsolidasi di area moderate osilator. Diprediksikan IHSG akan kembali menguat terbatas dengan support resistance 4845-4910.
Data resmi Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Juni China berada di level 51, tertinggi dalam 6 bulan, sejalan dengan ekspektasi. Sementara itu, perhitungan akhir data PMI China versi HSBC juga naik ke level 50.7, lebih rendah dari perhitungan awal 50.8 namun lebih tinggi dari angka pada bulan Mei yang sebesar 49.4.
Kedua data ini menunjukkan peningkatan aktifitas dan memperkuat sinyal stabilitas dalam ekonomi China.
Seperti yang sudah di duga, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2.5% dan mengatakan kestabilan suku bunga pada masa sekarang adalah langkah yang paling aman untuk di ambil.
IHSG merangkak naik 6.2 poin (0.13%) ke level 4884.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 2.1 poin (0.25%) ke level 824.7. Investor asing membukukan Net Buy IDR530 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat karena investor menyambut baik data ekonomi China dan AS serta pembayaran denda $8.8 miliar oleh bank asal Perancis BNP Paribas kepada Pemerintah AS.
Aktifitas di sektor manufaktur zona Euro melamabat di bulan Juni, tanda bahwa setelah lebih dari setahun kembali ke jalur pertumbuhan, pemulihan ekonomi masih lemah dan tidak seimbang. Data Manufacturing PMI zona Euro turun ke level 51.8 dari level 52.2 di bulan Mei.
Mengawali Semester II 2014, indeks saham utama di Wall Street lompat di dorong oleh ekspansi pada data manufaktur AS dan data penualan mobil di AS yang lebih baik dari ekspektasi.
Data ISM Manufacturing Index berada di level 55.3 di bulan Juni, sedikit di bawah angka untuk bulan Mei, 55.4. Penjualan mobil dan truk ringan di AS selama bulan Juni mencapai 16.98 juta, tertinggi sejak Januari 2006 dan lebih tinggi dari penjualan 16.77 juta yang tercatat pada bulan Mei.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini, menyusul dirilisnya sejumlah data positif dari dalam negeri maupun luar negeri. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin setelah Indeks Manufaktur di sejumlah negara seperti China, Amerika, Inggris, dan Uni Eropa mencatatkan angka yang tidak jauh dari perkiraan. Dari dalam negeri, sektor finansial dan properti mencatatkan return di atas IHSG pada semester I tahun ini. Neraca Perdagangan bulan Mei mencatatkan surplus $70 juta, sementara inflasi pada bulan Juni tercatat 0,43%. Namun, kenaikan tarif listrik yang mulai berlaku bulan ini dikhawatirkan dapat menambah inflasi. Data Non-farm Payroll versi ADP dan pidato Janet Yellen hari ini masih perlu menjadi perhatian investor.
Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi trend positif setelah berhasil break out resistance bearish trend dan akan menguji resistance Moving Average 50 Hari dilevel 4900. Indikator Stochastic masih bergerak bullish movement dengan momentum RSI yang masih cenderung bergerak konsolidasi di area moderate osilator. Diprediksikan IHSG akan kembali menguat terbatas dengan support resistance 4845-4910.

0 comments:
Post a Comment