Indeks saham di Asia menguat karena investor mempersiapkan diri menghadapi minggu yang penuh rilis data ekonomi penting yang dapat memberi gambaran awal perbaikan kondisi ekonomi global.

Investor berharap melihat bukti pemulihan ekonomi di AS melalui data Non-Farm Payrolls yang di rilis hari Kamis, maju sehari karena ada libur perayaan hari kemerdekaan AS.

Pada hari Rabu, ketua Federal Reserve Janet Yellen memberi pidato mengenai kestabilan finansial dan sesudahnya akan menjawab beberapa pertanyaan.

Bank sentral Eropa (ECB) mengadakan pertemuan kebijakan pada hari Kamis, sebulan setelah meluncurkan sejumlah paket stimulus untuk menjaga ekonomi zpna Eiro dari jatuh ke dalam jurang deflasi seperti yang di alami Jepang.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) global untuk sektor Manufaktur dan Jasa (Services) akan di rilis masing masing pada hari Selasa dan Kamis. Data data ini diperkirakan akan memperlihatkan pertumbuhan atau paling tidak kestabilan di tengah ketegangan geopolitik di Irak dan Ukrania.

IHSG naik 33.4 poin (0.69%) ke level 4878.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 6.4 poin (0.78%) ke level 822.7. Investor asing membukukan Net Buy IDR506.4 miliar.

Indeks saham di Eropa turun tipis. Inflasi bulan Juni zona Euro berada di tingkat 0.5% (YoY), tidak berubah dari bulan sebelumnya. Tingkat inflasi yang rendah telah menjadi pusat kekhawatiran bank sentral Eropa (ECB) karena dapat menghambat proses pemulihan ekonomi.

Indeks saham utama di Wall Street ditutup mixed karena investor masih mencerna berbagai data untuk menentukan arah dari perekonom9ian AS ke depan.

Jumlah kontrak pembelian rumah yang sudah ditanda-tangani oleh pembeli (Pending Home Sales) lompat 6.1% di bulan Mei dan mencapai level tertinggi dalam 8 bulan. Sementara data Chicago PMI keluar lebih buruk dari perkiraan.

IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup flat, dan pasar Amerika ditutup mix kemarin. Estimasi Inflasi Uni Eropa menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan, sementara Indeks Manufaktur China versi Pemerintah menunjukkan angka yang sesuai estimasi. Dari dalam negeri, sebuah riset dari Morgan Stanley memperkirakan akan terjadinya reli pasca pemilu seperti yang terjadi di India. Sementara itu, di penghujung masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia menyelesaikan renegosiasi penjualan harga gas Tangguh di Papua Barat dengan Pemerintah China dan SBY juga berjanji tidak akan membuat kebijakan bom waktu bagi Presiden RI yang baru.
Data yang perlu dicermati investor hari ini yaitu, Indeks Manufaktur (PMI) China versi HSBC. Sedangkan dari dalam negeri, CPI YoY dan Trade Balance.

Secara teknikal IHSG bergerak positif break out resistance bearish trend dan bergerak menuju level 4900. Indikator Stochastic yang terus mengalami pergerakan bullish berada pada area moderate diiringi dengan momentum RSI yang mulai memperlihatkan adanya pergerakan momentum positif. Diprediksikan IHSG akan melanjutkan penguatan namun terbatas dengan support resistance 4845 - 4910.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top