Mayoritas indeks saham di Asia turun, tertekan oleh pelemahan kinerja indeks saham di Wall Street dan keraguan atas kekuatan ekonomi AS.Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) Jepang naik denga laju tercepat dalam 32 tahun, di dorong oleh kenaikan pajak penjualan dan biaya utilitas yang lebih tinggi yang menekan anggaran belanja rumah tangga seiring terbatasnya kenaikan upah.
Inflasi inti tumbuh 3.4% (YoY) di bulan Mei. Data terpisaj memperlihatkan belanja rumah tangga turun 8% (YoY), melebihi perkiraan.
Data lain menperlihatkan penjualan ritel Jepang turun 0.4% (YoY) di bulan Mei, lebuh rendah dari perkiraan penurunan 1.8% yang di antisipasi oleh pakar ekonomi. Tingkat Pengangguran (Jobless Rate) sementara ituturun ke level terendah dalam lebih dari satu dekade dan indikator permintaan tenaga kerja naik ke level tertinggi dalam 2 dekade.
IHSG turun 27.3 poin (-0.56%) ke level 4845.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 6.6 poin (-0.80%) ke level 816.3. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing turun tipis 2.6 poin (-0.05%) dan 1.9 poin (-0.24%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR318.7 miliar keluar dari pasar saham domestik, memperbesar total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR614 miliar.
Indeks saham di Eropa berakhir menguat tipis setelah sepanjang hari bergerak datar (flat). Rilis data hari Jumat memberi konfirmasi bahwa ekonomi Perancis tidak mencatatkan pertumbuhan di Kuartal I 2014 sementara ekononi Inggris tumbuh 0.8%.
Inflasi Spanyol tidak mencatatkan pertumbuhan di bulan Juni, justru turun dari pertumbuhan 0,2% pada bulan sebelumnya. Ini peringatan bahwa ekonomi terbesar ke 4 di Eropa tengah menghadapi risiko deflasi.
Di pimpin oleh saham teknologi dan small cap, indeks saham utama di Wall Street berbalik arah dan ditutup menguat dipicu oleh kebijakan rebalancing portfolio akhir kuartal oleh investor institusi.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik pada akhir pekan kemarin, setelah Consumer Sentiment dan Inflation Expectations AS menunjukkan angka sesuai estimasi. Investor global juga sedang optimis akan adanya perbaikan kinerja emiten di semester I-2014 ini. Dari dalam negeri, ketidakpastian menjelang pemilu terefleksi di pasar modal dengan tercatatnya aksi jual bersih (net sell) investor asing sepanjang pekan lalu, dan juga melemahnya mata uang Rupiah. Sementara itu, memasuki Ramadan, BPS memperkirakan inflasi Juni akan stabil. Namun, ancaman defisit neraca perdagangan juga masih menjadi momok bagi kondisi ekonomi dalam negeri. Data ekonomi global yang masih patut dicermati hari ini adalah Indeks Manufaktur (PMI) China.
IHSG Kembali bergerak terkonsolidasi namun tertahan pada level support. Indikator stochastic juga bergerak konsolidasi di area near oversold dan momentum RSI yang flat di osilator oversold. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi kecenderungan kembali mencoba menguat dengan range pergerakan 4825 - 4900.
0 comments:
Post a Comment