indeks saham di Asia naik karena pertumbuhan ekonomi AS yang lemah tampaknya akan mengundue hari dimana suku bunga akan dinaikkan , memicu investor untuk mengguyur dana ke dalam aset berisiko timggi guna mencari imbal hasil (return).
Ekonomi AS kontraksi 2.9% (YoY) di Kuartal I, kauh lebih tajam dari yang diperkirakan, sehingga sempat menyeret imbal hasil (yield) SUN Pemerintah AS bertenor 10 tahun ke level terendah dalam 3 minggu.
Secara terpisah, data Durable Goods Orders bulan Mei turun 1% dari bulan sebelumnya sementara srktor Jasa (Services) di bulan Juni ekspansi dengan laju tercepat dalam lebih dari 4 tahun.
Di Irak, [ada hari Rabu kelompok militan menguasai pangkalan udara Balad, salah satu yang terbesar di negar itu dan juga kilang minyak Ajeel yang terletak di sebelah timur Tikrit. Serangan ini terjadi pada saat PM Nuri al-Maliki mengatakan akan mendukung proses pembentukan Pemerintahan baru sebelum tanggal 1 Juli.
IHSG naik 33.4 poin (0.69%) ke level 4872.4 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 7.5 poin (0.92%) ke level 822.8. Investor asing menarik IDR39.3 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah setelah Presiden Federal Reserve Bank di St. Louis James Bullard mengatakan kenaikan suku bunga dapat terjadi pada akhir Kuartal I 2015, lebih cepat dari ekspektasi kenaikan suku bunga terjadi pada pertengahan tahun 2015.
Di Inggris, gubernur Bank Of England Mark Carney mengumumkan rencana untuk membatasi KPR dan mengetatkan kriteria pemberian kredit sebagai usaha untuk mendinginkan pasar perumahan.
Indeks saham utama di Wall Street rebound namun masih ditutup pada teritori negatif karena beberapa data ekonomi menyebabkan revisi ke bawah pada angka pertumbuhan ekonomi AS di Kuartal I serta komentar Presiden Federal Reserve Bank di St. Louis James Bullard yang memberi indikasi kenaikan suku bunga akan terjadi lebih cepat dari perkiraan.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun pada perdagangan terakhirnya setelah Presiden The Fed St. Louis James Bullard The Fed mengatakan bahwa ada kemungkinan suku bunga akan dinaikkan lebih awal pada kuartal I-2015 mendatang, karena The Fed menilai perekenomian AS mulai membaik dan memprediksi bahwa angka pengangguran dan inflasi akan menurun. Investor kini menantikan data Consumer Sentimen dan Ekspektasi Inflasi AS hari ini. Dari dalam negeri, data inflasi dan neraca perdagangan yang akan rilis awal pekan depan masih layak menjadi perhatian investor mengingat nilai tukar Rupiah yang kembali melemah, dan harga beberapa komoditas, khususnya minyak, yang mengalami kenaikan.
IHSG secara teknikal bergerak kembali break out resistance dengan Indikator Stochastic yang memberikan signal bullish movement dari area oversold dan Momentum RSI yang memberikan signal bullish reversal momentum. Indikator MACD berpotensinya golden-cross antara signal line dengan MACD line dan Histogram yang terus mencoba menguat hingga ke area positif memberikan isarat pergerakan IHSG cenderung akan melanjutkan penguatan. Diprediksikan IHSG akan melanjutkan penguatannya dengan range pergerakan 4845-4910.
Ekonomi AS kontraksi 2.9% (YoY) di Kuartal I, kauh lebih tajam dari yang diperkirakan, sehingga sempat menyeret imbal hasil (yield) SUN Pemerintah AS bertenor 10 tahun ke level terendah dalam 3 minggu.
Secara terpisah, data Durable Goods Orders bulan Mei turun 1% dari bulan sebelumnya sementara srktor Jasa (Services) di bulan Juni ekspansi dengan laju tercepat dalam lebih dari 4 tahun.
Di Irak, [ada hari Rabu kelompok militan menguasai pangkalan udara Balad, salah satu yang terbesar di negar itu dan juga kilang minyak Ajeel yang terletak di sebelah timur Tikrit. Serangan ini terjadi pada saat PM Nuri al-Maliki mengatakan akan mendukung proses pembentukan Pemerintahan baru sebelum tanggal 1 Juli.
IHSG naik 33.4 poin (0.69%) ke level 4872.4 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 7.5 poin (0.92%) ke level 822.8. Investor asing menarik IDR39.3 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah setelah Presiden Federal Reserve Bank di St. Louis James Bullard mengatakan kenaikan suku bunga dapat terjadi pada akhir Kuartal I 2015, lebih cepat dari ekspektasi kenaikan suku bunga terjadi pada pertengahan tahun 2015.
Di Inggris, gubernur Bank Of England Mark Carney mengumumkan rencana untuk membatasi KPR dan mengetatkan kriteria pemberian kredit sebagai usaha untuk mendinginkan pasar perumahan.
Indeks saham utama di Wall Street rebound namun masih ditutup pada teritori negatif karena beberapa data ekonomi menyebabkan revisi ke bawah pada angka pertumbuhan ekonomi AS di Kuartal I serta komentar Presiden Federal Reserve Bank di St. Louis James Bullard yang memberi indikasi kenaikan suku bunga akan terjadi lebih cepat dari perkiraan.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah. Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun pada perdagangan terakhirnya setelah Presiden The Fed St. Louis James Bullard The Fed mengatakan bahwa ada kemungkinan suku bunga akan dinaikkan lebih awal pada kuartal I-2015 mendatang, karena The Fed menilai perekenomian AS mulai membaik dan memprediksi bahwa angka pengangguran dan inflasi akan menurun. Investor kini menantikan data Consumer Sentimen dan Ekspektasi Inflasi AS hari ini. Dari dalam negeri, data inflasi dan neraca perdagangan yang akan rilis awal pekan depan masih layak menjadi perhatian investor mengingat nilai tukar Rupiah yang kembali melemah, dan harga beberapa komoditas, khususnya minyak, yang mengalami kenaikan.
IHSG secara teknikal bergerak kembali break out resistance dengan Indikator Stochastic yang memberikan signal bullish movement dari area oversold dan Momentum RSI yang memberikan signal bullish reversal momentum. Indikator MACD berpotensinya golden-cross antara signal line dengan MACD line dan Histogram yang terus mencoba menguat hingga ke area positif memberikan isarat pergerakan IHSG cenderung akan melanjutkan penguatan. Diprediksikan IHSG akan melanjutkan penguatannya dengan range pergerakan 4845-4910.

0 comments:
Post a Comment