indeks saham di Asia turun seiring kekhawatiran investor terhadap konflik yang sedang berlangsung di Irak. Selain itu, data AS seiring membaiknya laporan penjualan rumah dan kepercayaan konsumen AS.

Dow Jones News Service melaporkan, pesawat tempur Suriah menyerang target di Irak barat kemarin dan menewaskan setidaknya 50 orang.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mendesak, para pemimpin Kurdi bersatu dengan pemerintah untuk menghentikan aksi pemberontakan dan mengamankan kilang minyak Irak.

Sebelumnya, para pemberontak melakukan aksi penyerangan ke salah satu pangkalan udara terbesar Irak yang terletak kurang dari 100 kilometer dari Baghdad.

Sementara itu, konflik di Ukraina masih terjadi, setelah warga pro-Rusia menambah helikopter Ukrania di tengah persetujuan gencatan senjata.

Harga rumah di AS naik sebesar 1,1%  di bulan April 2014. Sementara untuk pertumbuhan tahunan mencatat penurunan tajam yang hanya naik 10,8% di bulan April. Sedangkan pertumbuhan tahunan bulan Maret 2014 sebesar 12,4%.

IHSG terpeleset 23.26 poin (0.48%) ke level 4838.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 2.48 poin (0.30%) ke level 817.52. Investor asing menarik IDR164.9 miliar.

Indeks daham di Eropa melemah di tengah kekhawatiran atas kekrasan di Irak. Hanya ada sekikit indikasi bahwa kepemimpinan di Irak merespon tekanan dunia internasional untuk mereformasi Pemerintahan sebagai usaha untuk mencegah pemberontakan kelompok Suni.

Indeks saham utama di Wall Street rebound dan berakhir naik di dorong oleh keputusan Mahkamah Agung (MA) AS yang memberi sentimen positif pada saham media serta langkah Pemerintah AS yang melonggarkan larangan ekspor minyak mentah yang mengerek kinerja saham di sektor minyak dan gas, meskipun pertumbuhan GDP Kuartal I di revisi menjadi kontraksi 2.9% dari sebelumnya kontraksi 1%.

IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah, karena masih dibayangi oleh pelemahan Rupiah dan kenaikan harga minyak dunia akibat dari memanasnya situasi di Irak. Pasar Eropa ditutup turun, sementara pasar Amerika ditutup naik meskipun angka GDP menunjukkan penurunan dibawah estimasi. Penurunan ini sudah dapat diantisipasi dan diperkirakan sebelumnya karena masalah cuaca buruk yang menghambat aktifitas ekonomi. Dari dalam negeri, industri manufaktur dilaporkan mengalami penurunan utilitas menjadi hanya rata-rata dibawah 70%. Sementara BEI melaporkan sudah terjadinya peningkatan frekuensi perdagangan saham akibat dari penurunan ukuran lot saham. Kepemilikan investor asing pada pasar obligasi domestik mengalami kenaikan dan saat ini mencapai 35,8% dari seluruh yang beredar. Data Unemployment Claims AS yang akan dirilis hari ini patut menjadi perhatian investor, selain tentunya perkembangan situasi di timur tengah.

IHSG secara teknikal bergerak rebound dengan Indikator stochastic yang golden-cross di area oversold dengan momentum RSI yang memperlihatkan reversal momentum menjadi bullish. IHSG sendiri telah berhasil rebound  dari lower bollinger band dan bergerak kembali mencoba berada diatas 4900. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak menguat dengan range pergerakan 4845 - 4890.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top